Rupiah Kembali Terhempas oleh Dolar AS, Melemah ke Rp17.071
- 09 Apr 2026 10:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah kembali terhempas oleh dolar AS di awal perdagangan hari ini. Setelah pada Rabu kemarin menguat signifikan 0,54 persen atau 93 poin ke posisi Rp17.012 per dolar AS
- Bloomberg pada pukul 10.00 WIB, rupiah turun tajam 0,53 persen atau 59 poin. Sehingga nilai tukar rupiah menjadi Rp17.071 per dolar AS
- encatan senjata AS-Iran dan dibukanya selat Hormuz menjadi katalis positif bagi rupiah. Namun investor masih mencermati adanya serangan Israel ke Lebanon
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali terhempas oleh dolar AS di awal perdagangan hari ini. Setelah pada Rabu kemarin menguat signifikan 0,54 persen atau 93 poin ke posisi Rp17.012 per dolar AS.
Hari ini, berdasarkan data Bloomberg pada pukul 10.00 WIB, rupiah turun tajam 0,53 persen atau 59 poin. Sehingga nilai tukar rupiah menjadi Rp17.071 per dolar AS.
"Secara teknikal, kami memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini akan cenderung fluktuatif. Pergerakannya di rentang Rp17.040-Rp17.118 per dolar AS," kata Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, Kamis, 9 April 2026.
Menurutnya, gencatan senjata AS-Iran dan dibukanya selat Hormuz menjadi katalis positif. "Namun investor masih mencermati adanya serangan Israel ke Lebanon semalam," ucapnya.
Perkembangan terakhir, Iran kembali menutup Selat Hormuz hari ini, dan menuntut zionis Israel menghentikan serangan ke Lebanon. Iran juga mengancam akan melakukan serangan ke wilayah zionis Israel jika agresi ke Lebanon tidak dihentikan.
Dari dalam negeri, pasar juga mencermati data posisi cadangan devisa Indonesia yang dirilis oleh Bank Indonesia, Rabu kemarin. Cadangan devisa bulan Maret 2026 turun menjadi USD148,2 miliar dari USD151,9 miliar di bulan Februari.
Di sisi lain, risiko fiskal masih membayangi di tengah upaya pemerintah mengantisipasi fluktuasi harga minyak dunia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan defisit anggaran yang melebar tahun ini jika tidak dilakukan efisiensi dan penghematan.
Sementara itu posisi dolar AS hari ini di level 99,06. Tim Analis Mirae Asset Sekuritas menyebut Bank Indonesia aktif melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang dilakukan BI, juga menjadi penyebab turunnya cadangan devisa. "Cadangan devisa bulan Maret 2026 menjadi level terendah sejak Juli 2025," kata Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Namun BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas rupiah. Hal itu, tambah Rully, tercermin pada lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terbaru.
"Penyerapan SRBI mencapai Rp17 triliun (tertinggi sejak Februari 2026) dan total permintaan sebesar Rp22,8 triliun. Penyerapan didorong oleh imbal hasil tenor 6 bulan yang tetap 5,4 perse," ucap Rully.
Sementara imbal hasil tenor 9 bulan meningkat menjadi 5,6 persen dan tenor 12 bulan naik menjadi 5,7 persen. "SRBI berperan dalam menjaga daya tarik suku bunga jangka pendek dan stabilitas rupiah, dengan ruang penyerapan yang masih terbuka," kata Rully.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....