BI Catat Cadangan Devisa Indonesia Turun pada Maret 2026
- 08 Apr 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Laporan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Maret 2026 menurun dibandingkan bulan sebelumnya
- Pada Maret 2026 Cadangan devisa tercatat sebesar USD148,2 miliar, sedangkan posisi cadangan devisa pada Februari 2026 tercatat sebesar USD151,9 miliar
- Perkembangannya dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah
RRI.CO.ID, Jakarta - Laporan Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Maret 2026 menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Cadangan devisa tercatat sebesar USD148,2 miliar (kurs rupiah hari ini Rp17.012 per dolar AS).
Sedangkan, posisi cadangan devisa pada Februari 2026 tercatat sebesar USD151,9 miliar. Menurut laporan BI, ada sejumlah faktor yang menyebabkan menurunnya cadangan devisa di bulan Maret.
"Perkembangannya dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis BI, Rabu, 8 April 2026.
Meski menurun, BI menilai cadangan devisa hingga Maret 2026 masih cukup tinggi. Jumlahnya setara dengan pembiayaan 6 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
"Posisi cadangan devisa akhir Maret 2026 juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ucap Ramdan Denny. BI menegaskan, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
BI juga meyakini ketahanan sektor eksternal ke depan, tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai. Aliran masuk modal asing diperkirakan berlanjut seiring dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional.
Selain itu, imbas hasil investasi Indonesia juga masih menarik bagi para investor. BI memastikan, akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah guna memperkuat ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas perekonomian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....