Respons Gencatan Senjata AS-Iran, IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan
- 09 Apr 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan ditutup naik tajam hingga 4,42 persen ke level 7.279.
- Analis Pasar Modal dari BNI Sekuritas mengatakan di level "support", IHSG akan bergerak di rentang 7.050-7.100 dan level resistansi di rentang 7.300-7.400.
- IHSG naik tajam seiring dengan menguatnya bursa saham global, respons dari gencatan senjata AS-Iran selama dua pekan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada Kamis 9 April 2026. Sehari sebelumnya, IHSG ditutup naik tajam hingga 4,42 persen ke level 7.279.
"IHSG berpotensi kembali melanjutkan penguatan,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis, 9 April 2026. Menurut dia, IHSG akan bergerak di level support pada rentang 7.050-7.100, dan level resistansi pada rentang 7.300-7.400.
Penguatan IHSG pada Rabu kemarin disertai net buy (beli bersih) saham oleh investor asing senilai Rp573 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBNI, AADI, BRMS, BBCA, dan ENRG.
IHSG naik tajam seiring menguatnya bursa saham global sebagai respons dari gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran. Indeks saham utama di Wall Street, New York, AS melonjak, begitu pula di kawasan Asia Pasifik.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 2,85 persen, S&P 500 menguat 2,51 persen, dan Nasdaq Composite melesat 2,80 persen. Sementara itu, harga minyak di pasar dunia juga mengalami penurunan signifikan menyusul kesepakatan gencatan senjata.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 16 persen ke level USD94,41 per barel. Sedangkan harga minyak Brent turun 13 persen ke USD94,75 per barel.
Di kawasan Asia Pasifik, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 5,4.persen. Sementara, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 3,1 persen dan indeks Taiex Taiwan naik 4,6 persen.
Indeks Kospi Korea Selatan melesat 6,9 persen dan indeks ASX 200 Australia bertambah 2,6 persen. Pasar saham di kawasan ini, menurut Fanny, juga merespons positif gencatan senjata AS-Iran.
Perkiraan IHSG akan menguat juga disampaikan Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. "IHSG kemungkinan akan melanjutkan penguatan ke rentang 7.323-7.450," ujarnya.
Perkembangan terakhir di Timur Tengah, Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz. Ini merupakan respons atas serangan besar-besaran Israel ke Lebanon meski kesepakatan gencatan senjata telah disetujui.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....