Proyeksi Arah IHSG Hari Ini Beragam, Pasar Cermati Kesepakatan Damai AS-Iran

  • 08 Apr 2026 08:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diproyeksikan akan berbalik arah hari ini. Setelah dalam perdagangan Selasa kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun ke level 6.971
  • Katalis terpenting hari ini adalah tercapai atau tidaknya keputusan damai antara AS-Iran untuk selat Hormuz
  • Pelemahan nilai tukar rupiah dan juga risiko akan inflasi dan fiskal dapat menjadi pemberat IHSG

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diproyeksikan akan berbalik arah hari ini. Setelah dalam perdagangan Selasa kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun ke level 6.971.

"IHSG hari ini secara teknikal berpotensi rebound (berbalik menguat) dalam jangka pendek ke rentang 7.020-7.050," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam analisisnya, Rabu, 8 April 2026. Namun, Fanny mengingatkan pelaku pasar untuk tetap hati-hati mencermati arah pergerakan IHSG.

"Jka IHSG belum tembus di atas 7.050, rentan kembali koreksi hari ini," ucapnya. Menurut Fanny, katalis terpenting adalah tercapai atau tidaknya keputusan damai untuk selat Hormuz hari ini.

Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.850-6.900 untuk level support. Sedangkan level resistansi di rentang 7.020-7.050

IHSG pada Selasa kemarin ditutup turun 0,26 persen, disertai dengan net sell (jual bersih)asing sebesar Rp1,78 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, ANTM, CUAN, dan BUMI.

Sementara itu, Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG secara teknikal masih rawan koreksi. Menurutnya, potensi koreksi di area 6.745-6849.

Best case nya, IHSG bisa melanjutkan penguatan ke level 7.323-7.450. 'Kami memperkirakan perkembangan konflik AS-Iran dan pergerakan harga komoditas minyak dunia masih menjadi cermatan para investor," ujar Herditya menyebut faktor yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Di sisi lain pelemahan nilai tukar rupiah dan juga risiko akan inflasi dan fiskal juga menjadi pemberat IHSG. Meskipun Bank Indonesia menegaskan pada Selasa kemarin akan mengoptimalkan operasi moneter untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Bursa saham global bergerak variatif pada Selasa kemarin, indeks saham Wall Street, AS menguat tipis. Pasar menantikan kesepakatan damai AS-Iran yang dimediasi Pakistan.

Indeks S&P 500 naik 0,08 persen, Nasdaq Composite menguat 0,10 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average turun 0,18 persen.

Sedangkan bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Selasa kemarin. Di antaranya, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,03 persen, Kospi Korea Selatan menguat 0,82 persen, Taiex Taiwan melesat 2,02 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....