IHSG Masih Berpotensi untuk Terkoreksi, Pasar Diingatkan Tetap Hati-Hati
- 07 Apr 2026 07:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menguat hari ini. Meskipun demikian pasar diingatkan masih ada potensi koreksi terhadap IHSG.
- Analis Pasar Modal dari BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan jika belum break di atas 7.050, IHSG kembali rentan koreksi.
- IHSG diperkirakan bergerak di rentang 6.850-6.900 untuk level support. Sedangkan level resistansi diperkirakan akan bergerak di rentang 7.020-7.050.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menguat pada Selasa 7 April 2026. Meski begitu, pasar tetap diingatkan untuk berhati-hati karena masih ada potensi koreksi terhadap IHSG.
"IHSG dalam jangka pendek secara teknis berpotensi berbalik menguat (rebound) ke level 7.020-7.050," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. "Namun hati-hati, jika belum break di atas 7.050, IHSG kembali rentan koreksi hari ini."
Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.850-6.900 untuk level support. Sedangkan pada level resistansi, IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 7.020-7.050.
Sehari sebelumnya, Senin 6 Maret 2026, IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 6.989. Pelemahan tersebut disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp611 miliar.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, BUMI dan BRMS. Sementara itu, bursa saham global bergerak bervariasi.
Di Amerika Serikat (AS), bursa saham Wall Street bergerak naik ditopang harapan gencatan senjata antara AS dan Iran. Indeks S&P 500 naik 0,44 persen, Nasdaq Composite menguat 0,54 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,36 persen.
"Sentimen pasar terdongkrak laporan media yang menyebutkan AS, Iran, dan sejumlah mediator regional tengah membahas skema gencatan senjata," ucap Fanny. Gencatan senjata disebut-sebut akan berlangsung selama 45 hari, berpotensi menjadi jalan menuju perdamaian permanen.
Namun peluang tercapainya kesepakatan sebelum tenggat waktu dinilai masih kecil. Ini karena Presiden AS, Donald Trump, kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
"Trump juga menyatakan keinginannya untuk menguasai minyak Iran, meski dia menegaskan tidak akan melangkah lebih jauh dari itu," ujar Fanny. Di kawasan Asia-Pasifik, bursa saham ditutup bervariasi pada waktu yang sama.
Menurut Fanny, investor masih mencermati perkembangan terbaru dalam konflik Timur Tengah selama akhir pekan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,55 persen, sedangkan Topix turun tipis 0,01 persen.
Sementara itu, indeks Korea Selatan, Kospi menguat 1,36 persen, sedangkan Kosdaq melemah 1,54 persen. Beberapa di Asia tutup pada Senin 6 Maret 2026 karena libur Paskah seperti Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong.
Tiongkok dan Taiwan merayakan Festival Qingming, hari libur untuk membersihkan makam. Saat ini, perhatian investor tertuju pada data inflasi dan suku bunga acuan yang akan dirilis pekan ini.
"Filipina dijadwalkan merilis data inflasi Maret disusul Taiwan," katanya. Sedangkan bank sentral Korea Selatan akan mengumumkan keputusan suku pada Jumat 10 April 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....