BEI Catat Pelemahan Kinerja IHSG dalam Sepekan Ini
- 03 Apr 2026 15:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,99 persen sepanjang pekan ini. IHSG pada Kamis kemarin ditutup di level 7.026,78, lebih rendah dibandingkan akhir pekan sebelumnya di 7.097
- Peningkatan hanya terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 3,08 persen menjadi 1,78 juta kali transaksi. Pada pekan sebelumnya, rata-rata frekuensi transaksi harian hanya sebanyak 1,7 juta kali transaksi
- Pada pekan ini, BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga telah menuntaskan empat agenda utama penguatan transparansi pasar modal Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,99 persen sepanjang pekan ini. IHSG pada Kamis kemarin ditutup di level 7.026,78, lebih rendah dibandingkan akhir pekan sebelumnya di 7.097.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turun 1,69 persen menjadi Rp12.305 triliun dalam sepekan ini. Pada akhir pekan sebelumnya, kapitalisasi pasar BEI lebih besar yaitu Rp12.516 triliun.
Rata-rata volume transaksi harian juga menurun 8,62 persen pada pekan ini menjadi 25,97 miliar lembar saham. Pekan sebelumnya, rata-rata volume transaksi harian tercatat sebanyak 28,31 miliar lembar saham.
Rata-rata nilai transaksi pada pekan ini sebesar Rp14,77 triliun. Nilainya turun 36,69 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar Rp23,33 triliun.
Peningkatan hanya terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 3,08 persen menjadi 1,78 juta kali transaksi. Pada pekan sebelumnya, rata-rata frekuensi transaksi harian hanya sebanyak 1,7 juta kali transaksi.
BEI mencatat hari Kamis kemarin terjadi aliran keluar modal asing atau jual bersih oleh investor asing sebesar Rp831,51 miliar. Sedangkan dari Januari hingga Maret 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp33,83 triliun.
Pada pekan ini, BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga telah menuntaskan empat agenda utama penguatan transparansi pasar modal Indonesia. Empat agenda utama itu sebagai bagian dari proposal kepada penyedia indeks global, termasuk MSCI.
“Capaian ini merupakan bagian dari delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia. Rencana aksi ini dicanangkan sejak 1 Februari 2026,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam keterangan pers di gedung BEI, Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Empata agenda tersebut terdiri dari penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen kepada publik, implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC). Selain itu, granularitas klasifikasi investor dalam data KSEI, serta peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen.
OJK telah melakukan penyesuaian Peraturan BEI Nomor I-A terkait peningkatan batas minimum free float tersebut. Empat agenda ini akan terus disosialisasikan pada semua pemangku kepentingan pasar modal Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....