Trump Mau Mundur dari Perang, Rupiah Ditutup Menguat

  • 01 Apr 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,34 persen atau 58 poin menjadi Rp16.983 per dolar AS
  • Laporan Wall Street Journal menyatakan bahwa Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran dan mundur dari perang
  • Data ekonomi AS menyebutkan pasar tenaga kerja melemah berdasarkan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS),”

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,34 persen atau 58 poin menjadi Rp16.983 per dolar AS.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal perangnya di Iran telah mempngaruhi sentimen pasar hari ini. “Trump mengatakan akan menarik diri dari konflik dan tidak perlua membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Rabu, 1 April 2026.

Laporan Wall Street Journal menyatakan bahwa Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran. Bahkan jika Selat Hormuz sebagian besar tetap ditutup.

Sedangkan dari pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran siap untuk mengakhiri perang. Namun Iran tetap menuntut, perang harus diakhiri selamanya , jaminan tidak ada serangan lagi dan AS harus membayar ganti rugi.

“Sementara itu, data ekonomi AS menyebutkan pasar tenaga kerja melemah. Berdasarkan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS),” ujar Ibrahim

Lowongan kerja pada bulan Februari menurun menjadi 6,88 juta, turun dari 7,24 juta . Data tersebut juga meleset dari perkiraan 6,92 juta pekerjaan yang belum terisi.

Indeks Kepercayaan Konsumen menjadi 91,8 pada bulan Maret. Naik dari angka 91 yang direvisi turun pada bulan Februari.

“Saat ini ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada tahun 2026 sirna. Karena para pelaku pasar mempertimbangkan harga energi yang tinggi,” ucap Ibrahim.

Sebelumnya di awal tahun, pasar uang memperkirakan the Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali. Ekspektasinya pemangkasan masing-masing sebesar 25 basis poin.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Neraca perdagangan bulan Februari 2026 membukukan transaksi USD1,27 miliar.

Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Realisasi tersebut lebih tinggi dari realisasi neraca dagang pada Januari yang senilai USD0,95 miliar.

Selain itu, Data Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia merosot ke level 50,1 pada Maret 2026. Angka PMI bulan sebelumnya berada di angka 53, angka ini masih berada di zona ekspansi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....