Hari Ini Rupiah Menguat Meski Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS
- 01 Apr 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah hingga pukul 11.00 WIB hari ini naik 0,10 persen menjadi Rp17.024 per dolar AS
- Rupiah hari ini diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS di tengah 'risk on' oleh harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah
- Pengumuman kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi dinamika global, ikut memberikan sentimen positif pada pasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan Rabu, 1 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah hingga pukul 11.00 WIB, naik 0,10 persen menjadi Rp17.024 per dolar AS.
Pada Selasa kemarin, rupiah ditutup rupiah turun 0,23 persen atau 39 poin menjadi Rp17.041 per dolar AS. "Rupiah hari ini diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong.
Menurut Lukman, rupiah berpeluang menguat di tengah sentimen 'risk on' oleh harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Pelaku pasar berani mengambil risiko setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan siap mengakhiri perang dengan Iran.
Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.900-Rp17.050 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS hari ini melemah ke level 99,85 setelah sebelumnya berada di level 100.
Lukman juga mengatakan pengumuman kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi dinamika global, ikut memberikan sentimen positif pada pasar. Pemerintah menyatakan tidak akan menaikkan harga BBM di tengah kenaikan harga minyak dunia.
"Karena pasokan BBM kita masih di atas standar minimal nasional. Jadi masih aman, termasuk pasokan gas, LPG dan avtur," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers Selasa malam.
Sebagai langkah efisiensi anggaran dan energi, Pemerintah juga akan melakukan berbagai langkah efisiensi anggaran. Diantaranya menerapkan kebijakan WFH untuk ASN, memangkas perjalanan dalam dan luar negeri serta melakukan refocusing anggaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....