Pasar Respons Positif Kebijakan Pemerintah, IHSG Bergerak Menguat
- 01 Apr 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG berada di zona hijau sejak pembukaan, naik 1,45 persen ke level 7.150.
- "IHSG berpotensi menguat hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
- Pasar sedikit lega, setelah pemerintah menyatakan tidak menaikkan BBM bersubsidi dan belum akan menaikkan BBM non-subsidi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan awal April 2026. Menurut pemantauan, IHSG berada di zona hijau sejak pembukaan perdagangan, naik 1,45 persen ke level 7.150.
Kenaikan IHSG tersebut sesuai dengan perkiraan para analis saham. "IHSG berpotensi menguat hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu, 1 April 2026.
Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 6.950-7.000 untuk level support. Sedangkan level resistansi diproyeksikan berada pada rentang 7.150-7.300.
IHSG menguat setelah sehari sebelumnya bergerak fluktuatif dan ditutup turun 0,61 persen atau 43 poin ke level 7.048. Pelemahan ini disertai aliran keluar modal asing, ditandai dengan net sell (jual bersih saham) oleh investor asing.
Tercatat pada Selasa 31 Maret 2026 penjualan oleh asing itu mencapai Rp1,17 triliun. Saham yang paling banyak dijualadalah BBRI, BRMS, BUMI, BBNI, dan MBMA.
Pada awal pekan ini, pasar sebenarnya menantikan pengumuman pemerintah terkait kebijakan menghadapi dinamika global. Terutama kepastian mengenai naik tidaknya harga BBM di Indonesia, baik subsidi maupun nonsubsidi.
Pasar sedikit lega setelah pemerintah menyatakan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dan belum akan menaikkan harga BBM non-subsidi. Pemerintah juga menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), melakukan efisiensi kegiatan kementerian dan lembaga, serta melakukan refocusing anggaran.
Pasar juga menunggu berbagai data ekonomi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Di antaranya tingkat inflasi dan neraca perdagangan luar negeri Indonesia.
Tim Analis Mirae Asset Sekuritas memperkirakan inflasi Maret 2026 mencapai sekitar 3,8 persen secara tahunan. "Perkiraan ini sedikit di atas consensus, didorong oleh normalisasi base effect dan penurunan harga emas," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Namun, lanjut dia, risiko kenaikan masih berasal dari permintaan selama Ramadan dan kenaikan harga minyak. “Tekanan inflasi masih cenderung disebabkan oleh gangguan pasokan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....