Pelaku Pasar Waspadai Kondisi Ekonomi Domestik, IHSG Makin Merosot

  • 30 Mar 2026 22:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan hari ini, ditutup turun ke level 7.091,67
  • Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pelemahan IHSG disebabkan karena pelaku pasar mengambil sikap hati-hati mencermati eskalasi konflik Timur Tengah
  • Kehati-hatian pasar, tambah Tim Pilarmas, juga meningkat menjelang rilis data ekonomi domestik penting pekan ini

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup turun 0,08 persen atau 5 poin ke level 7.091,67.

Sebanyak 403 saham harganya turun, 271 saham harganya naik, dan 149 saham stagnan. Saham sektor energi naik paling kuat (1,05 persen), saham sektor finansial turun paling dalam (-1,76) persen.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pelemahan IHSG disebabkan karena pelaku pasar mengambil sikap hati-hati. Terutama terhadap perkembangan ekonomi Indonesia di tengah gejolak geopolitik dan naiknya harga energi.

Di dalam negeri, pemerintah kembali menegaskan tidak memiliki niat melanggar batas defisit anggaran sebesar 3 persen. Meskipun harga minyak tetap tinggi, harga minyak Brent hari ini sudah menyentuh USD114 per barel.

"Perkembangan itu akan menguji komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran. Di sisi lain akan mendorong penyesuaian kebijakan," kata Tim Pilarmas, Senin 30 Maret 2026.

Kehati-hatian pasar, tambah Tim Pilarmas, juga meningkat menjelang rilis data ekonomi domestik penting pekan ini. Tanggal 1 April lusa, Badan Pusat Statistik akan mengumumkan perkembangan inflasi bulan Maret dan data perdagangan luar negeri Indonesia.

Hari ini, volume saham yang diperdagangan sebanyak 25,12 miliar lembar saham, frekuensi perdagangan sebanyak 1,66 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp14,94 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp12.536 triliun.

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan hari ini juga mengalami penurunan. saham–saham yang mendominasi penurunan diantaranya INCO, MDKA, BBCA, NCKL, AMRT.

Pelemahan indeks harga saham juga dialami mayoritas bursa saham di kawasan Asia. "Perdagangan saham lesu terdampak konflik Timur Tengah yang sudah berlangsung sebulan dan belum ada tanda-tanda mereda," ujar Tim Pilarmas.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Trump menyatakan akan mengambil minyak di Iran. Di sisi lain, militan Houthi di Yaman ikut melakukan serangan ke Israel.

"Lonjakan harga minyak akibat perang Iran memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sehingga membayangi prospek kebijakan moneter di berbagai ekonomi utama," kata Tim Pilarmas menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....