IHSG Diprediksi Melemah, Anjlok saat Pembukaan Perdagangan
- 30 Mar 2026 10:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,08 persen ke level 7.020,53
- IHSG Anjlok dipengaruhi sentimen risk-off pelaku pasar karena perang AS-Iran dan harga minyak
- Pelaku pasar saat ini juga sedang menantikan pidato Ketua the Fed, Jerome Powell dan data ekonomi pekan ini
RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,08 persen ke level 7.020,53.
Pada penutupan akhir pekan kemarin, IHSG juga turun 0,94 persen di level 7.097. Penurunan IHSG disertai net sell (jual bersih) oleh asing sebesar Rp1,89 triliun.
Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah saham-saham sektor finansial dengan kapital besar. Diantaranya BBCA dengan net sell sebesar Rp1 triliun, BBRI (Rp334 miliar), BBNI (Rl124 miliar) dan BMRI (120 miliar).
"Sentimen risk-off masih mewarnai sentimen pasar saham. Aksi jual investor asing juga terjadi di bursa-bursa Asia sepanjang bulan Maret," Tim Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, perang Iran dan pergerakan harga minyak tetap menjadi pendorong utama sentimen pasar dalam jangka pendek. Pelaku pasar bersikap menjauhi atau mengambil risiko (risk off/risk on) bergantung pada perkembangan yang terjadi.
"Kabar de-eskalasi sejauh ini hanya berpotensi memicu kenaikan harga saham yang terbatas," ucap Rully. Pelaku pasar saat ini juga sedang menantikan pidato Ketua the Fed, Jerome Powell dan data ekonomi pekan ini
Pidato Powell dan data ekonomi tersebut akan menguji narasi “higher for longer” bagi kebijakan suku bunga. Nada yang lebih hawkish (ketat) berisiko memperkuat dolar AS dan imbal hasil obligasi AS.
"Sehingga akan menambah tekanan pada rupiah, Surat Berharga Negara (SBN) dan IHSG," ujar Rully. Sedangkan dari dalam negeri, yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG adalah rilis data inflasi dan neraca perdagangan.
Selain itu pernyataan pemerintah terkait subsidi energi, batas defisit 3 persen dan respons terhadap penurunan outlook rating juga berpengaruh. Sentimen pasar akan melihat hal tersebut dalam mengambil keputusan berinvestasi
Sementara itu, Tim Analis BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan melemah hari ini. "IHSG akan bergerak di level support 6.900-7.000 dan level resitansi di rentang 7.130-7.160," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....