Rupiah Makin Melemah, Tertekan Sentimen 'Risk Off' Pelaku Pasar
- 27 Mar 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiahbergerak melemah terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan hingga jeda siang hari ini
- Rupiah melemah hingga pukul 12.00 WIB berada di level Rp16.945 per dolar AS, atau melemah 0,24 persen.
- Rupiah diperkirakan akan melemah di tengah meningkatnya sentimen 'risk off' dan harga minyak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan hingga jeda siang hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada saat pembukaan perdagangan posisi rupiah di level Rp16.924 per dolar AS, turun 0,12 persen.
Rupiah terus melemah hingga pukul 12.00 WIB berada di level Rp16.945 per dolar AS, atau melemah 0,24 persen. Sementara indeks dolar AS menguat ke level 99,7.
"Rupiah diperkirakan akan melemah di tengah meningkatnya sentimen 'risk off' dan harga minyak. Investor juga dibayangi keraguan terkait prospek perundingan damai AS-Iran," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Jumat, 27 Maret 2026.
Dalam kondisi ketidakpastian, pasar cenderung bersikap waspada dan menghindari risiko (risk off). Pelaku pasar lebih mencermati perkembangan eksternal dibandingkan isu domestik.
"Pemerintah menyatakan akan menjaga defisit tetap di bawah 3 persen, dengan mengurangi anggaran MBG. Pernyataan itu sempat mendukung rupiah tapi sangat terbatas," ucap Lukman.
"Tetapi faktor eksternal lebih dominan mempengaruhi nilai tukar rupiah saat ini, terutama harga minyak yang tinggi," kata Lukman lagi. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.850-16.950 per dolar AS.
Sementara itu harga minyak hari ini menurun, tapi masih di atas USD100 per barel. Harga minyak Brent di level USD107,11 dan harga minyak WTI di level USD93,65 per barel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....