IHSG "Merah" dalam Pembukaan Perdagangan Hari Ini
- 27 Mar 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpant au di zona merah pada pembukaan perdagangan hari ini, turun ke level 7.136
- Analis Pasar Modal menyebutkan IHSG berpotensi sideways (stagnan) dengan kecenderungan melemah hari ini
- Para investor bersikap hati-hati dan lebih memilih melakukan aksi ambil untung terutama pada saham-saham yang terkait komoditas
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau di zona merah pada pembukaan perdagangan hari ini. IHSG turun sekitar 0,36 persen ke level 7.136.
Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, IHSG juga merosot tajam 1,89 persen ke level 7.164. Anjloknya IHSG disertai aliran keluar modal asing yang cukup signifikan ditandai dengan aksi jual saham oleh investor asing.
Net sell (jual bersih) oleh investor asing tercatat sebesar Rp1,93 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, GOTO dan ANTM.
"IHSG berpotensi sideways (stagnan) dengan kecenderungan melemah hari ini. Level support akan bergerak di rentang 7.075-7.130, sedangkan level resitansi di rentang 7.200-7.250," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat, 27 Maret 2026.
Analisis serupa juga disampaikan Tim Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Saragih. "Kami berpendapat IHSG kemungkinan akan tetap bergejolak, investor bersikap hati-hati di tengah risiko yang dipicu berita utama," ujarnya.
Pasar saham, menurut Andreas, mengalami tekanan jual yang meluas, yang menghantam saham-saham unggulan LQ45. Tekanan jual menghapus keuntungan yang didapat sebelumnya.
Para investor lebih memilih melakukan aksi ambil untung terutama pada saham-saham yang terkait komoditas. "Ini mencerminkan posisi investor yang hati-hati di tengah ketidakpastian global," ucap Andreas.
Perkembangan di Timur Tengah tambahnya, tetap sangat tidak pasti. Iran mengisyaratkan tidak berniat mengadakan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat, meski menyatakan meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....