Pelaku Pasar Aksi Ambil Untung, IHSG Ditutup Turun hingga 1,89 Persen

  • 26 Mar 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hari ini bergerak di zona merah dan ditutup turun 1,89 persen atau 138 poin ke level 7.164
  • Pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh profit taking atau aksi ambil untung para investor karena ketidakpastian adanya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran
  • Jual bersih (net sell) saham oleh investor asing hari ini, nilainya mencapai Rp1,92 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, GOTO dan ANTM.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau lesu sepanjang hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah dan ditutup turun 1,89 persen atau 138 poin ke level 7.164.

Sebanyak 380 saham harganya turun, 292 saham harganya naik dan 148 saham stagnan. Saham sektor transportasi naik paling tinggi 2,62 persen, saham sektor energi turun paling dalam -2,91 persen.

“Pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh profit taking atau aksi ambil untung para investor. Mereka melakukan aksi ambil untung karena ketidakpastian negosiasi untuk gencatan senjata antara AS dan Iran,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 26 Maret 2026.

Jual bersih (net sell) saham oleh investor asing hari ini, nilainya mencapai Rp1,92 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, GOTO dan ANTM.

Indeks LQ45 yang berisi saham unggulan juga bergerak melemah. Saham-saham yang mendominasi pelemahan adalah DEFI, ROCK, INDS, ICON dan ARTA.

Hari ini, volume saham yang diperdagangkan sebanyak 31,14 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,73 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp32,34 triliun dan kapitalisasi pasar berubah menjadi Rp12.620,99 triliun.

Sementara itu, indeks bursa saham di kawasan Asia ditutup beragam dalam perdagangan hari ini. “Pasar kesulitan memahami pernyataan yang kontradikstif antara AS dan Iran selama 48 jam terakhir,” ucap Tim Phintraco.

AS mengatakan perundingan telah berlangsung, sebaliknya Iran membantah adanya interaksi langsung dengan AS. Iran menyatakan tidak berniat melakukan negosiasi dengan AS.

Iran juga mengatakan bahwa pertukaran proposal antara kedua negara melalui mediator bukan berarti telah terjadi negosiasi. Ketidakpastian yang makin tinggi membuat pelaku pasar lebih berhati-hati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....