Iran Tolak Proposal Perdamaian AS, IHSG Anjlok 1,21 Persen
- 26 Mar 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 1,21 persen pada sesi perdagangan pertama ke level 7.214
- Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan anjloknya IHSG dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah
- Iran menyatakan menolak proposal perdamaian AS sehingga ketegangan geopolitik kembali meningkat dan memicu volatilitas pasar
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 1,21 persen pada sesi perdagangan pertama. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 88 poin ke level 7.214.
IHSG sempat berada di zona hijau saat pembukaan perdagangan di level 7.313. Namun beberapa saat kemudian langsung merosot ke zona merah.
“Pergerakan pasar masih dibayangi ketidakpastian global. Terutama setelah penolakan Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS),” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 26 Maret 2026.
Penolakan tersebut, sambung Tim Phintraco, menunjukkan perbedaan sikap antara Washington dan Teheran. Sehingga ketegangan kembali geopolitik kembali meningkat dan memicu volatilitas di pasar global.
“Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang 7.200-7.300 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ucap Tim Phintraco. Saham sektor energi, indutsri dan teknologi mengalami penurunan paling dalam di sesi pertama perdagangan.
Pelaku pasar nampaknya kembali berhati-hati melihat ketidakpastian yang masih tinggi. “Penguatan IHSG di awal perdagangan bukan sinyal pembalikan tren yang kuat,” kata Tim Analis Mirae Asset Sekuritas.
Tim Mirae mengingatkan masih ada kekhawatiran terkait kebijakan, outlook peringkat dan isu indeks. Kekhawatiran tersebut membatasi ruang kenaikan IHSG dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....