Hari Ini, Rupiah Kembali Terpuruk ke Rp16.911 per Dolar AS

  • 25 Mar 2026 20:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini menjadi Rp16.911 per dolar AS
  • Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan sentimen pasar yang pulih karena harga minyak masih tinggi
  • Investor berharap konflik Timur Tengah mereda setelah AS menyatakan sudah memberikan rencana pada Iran untuk mengakhiri konflik

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,08 persen atau 13 poin menjadi Rp16.911 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah sesuai perkiraan para analis pasar uang. “Sentimen umum belum pulih, meski ada harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah,” kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Rabu, 25 Maret 2026.

Harapan konflik akan mereda muncul setelah AS menyatakan sudah memberikan rencana pada Iran untuk mengakhiri konflik. Tetapi harga minyak masih tinggi dan selat Hormuz masih ditutup.

“Sehingga para investor belum sepenuhnya yakin dan masih berhati-hati memantau perkembangannya,” ucap Lukman. Dalam analisisnya, ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.850-Rp16.950 per dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang rupiah juga terlihat dari Credit Default Swap (CDS). “CDS Indonesia tenor 5 tahun masih di kisaran 100 basis poin, mengindikasikan meningkatnya risiko gagal bayar obligasi pemerintah.

“Selain itu, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) juga rendah sekitar 12,7 persen. Sehingga Bank Indonesia dan investor domestik yang menjadi penopang utama SBN,” kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto

Sementara itu imbal hasil SBN tenor 10 tahun di level 6,89 persen seiring keputusan BI mempertahankan suku bunga. Keputusan BI, tambah Rully, mencerminkan fokus BI pada stabilitas rupiah.

“Secara keseluruhan, kondisi yang masih rapuh menyebabkan otoritas memprioritaskan stabilitas. Sehingga ruang penurunan suku bunga menjadi sangat terbatas,” ucap Rully.

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS hari ini. Diantaranya, Dolar Singapura melemah 0,14 persen, Yuan Tiongkok melemah 0,08 persen, hanya ringgit Malaysia menguat 0,19 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....