Hari Ini, Rupiah Terpantau Menguat di tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
- 24 Mar 2026 21:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah
- Bank Sentral Global diperkirakan akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi akibat kenaikan harga minyak
- Menguatnya indeks dolar AS membuat harga emas dunia turun, begitu pula harga logam mulia di dalam negeri
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah terpantau menguat terhadap dolar AS saat penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 99 poin atau 0,58 persen menjadi Rp16.897 per dolar AS.
Dinamika konflik di Timur Tengah menyebabkan nilai tukar rupiah masih berfuktuasi. Pada Senin, 23 Maret 2026, nilai tukar rupiah kembali hampir menyentuh Rp17.000 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan cenderung melemah sepekan ini. Sedangkan indeks dolar akan terus menguat.
“Saya melihat indeks dolar AS kemungkinan akan ditransaksikan di level support 98,73 dan level resitansinya di level 101,20, Jadi indeks dolar kemungkinan akan kembali menguat, menuju 101,20,” ujar Ibrahim, dikutip Selasa, 24 Maret 2026.
Menurutnya, kenaikan harga minyak ikut mempengaruhi pergerakan indeks dolar AS. Berlanjutnya harga minyak dikhawatirkan akan memicu inflasi, sehingga membuat bank-bank sentral global mempertahankan suku bunga tinggi.
Bank sentral Australia misalnya, dalam pertemuan bulan Maret 2026, memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ini merupakan kenaikan yang kedua kalinya berturut-turut, sehigga suku bunga bank sentral Ausralia mencapai 4,1 persen.
Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga karena inflasi dinilai masih terlalu tinggi dari kisaran target 2-3 persen. Sementara itu, gejolak harga minyak akibat konflik Timur Tengah diperkirakan akan memicu inflasi lebih tinggi.
Dengan menguatnya mata uang dolar AS, kemungkinan para investor akan mengalihkan investasinya ke mata uang dolar AS. Imbasnya, harga emas dunia kemungkinan akan turun, begitu pula harga logam mulia di dalam negeri.
“Dalam transaksi perdagangan minggu ini, kemungkinan mata uang rupiah masih akan terus mengalami pelemahan. Pelemahan rupiah akan menahan turunnya harga logam mulia dan hargnya diperkirakann akan kembali ke level 3 jutaan per gram,” kata Ibrahim.
Sementara itu, berdasarkan data Harga-Emas.org, harga emas dunia hari ini di posisi USD4.385 per troi ons. Sedangkan harga emas Antam di posisi Rp2.783.600 per gram.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....