IHSG Naik pada Pembukaan Perdagangan, tetapi Masih Rentan Terkoreksi
- 11 Mar 2026 10:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Rabu 11 Maret 2026. Menurut pantauan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik ke level 7.484, 77.
Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, IHSG menguat 1,41 persen atau 103,54 poin ke level 7.440,91. Namun penguatan IHSG masih disertai jual bersih (net sell) saham oleh investor asing sebesar Rp1,93 triliun.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TLKM, BBNI, BUVA, dan BRMS. Saham BBRI menjadi sasaran net sell terbesar hingga mencapai Rp434miliar.
Meski begitu, IHSG masih tetap rentan terhadap pelemahan. "IHSG berpotensi kembali terkoreksi hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu 11 Maret 2026.
Menurut dia, level support IHSG akan bergerak pada rentang 7.300-7.380. Sedangkan level resistansi IHSG akan bergerak pada rentang 7.500-7.560.
Fanny mengatakan IHSG masih berpotensi terkoreksi karena pasar bersikap wait and see seiring turunnya harga minyak. Ketidakpastian ini membuat indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS) turun pada penutupan perdagangan Selasa 10 Maret 2026.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia turut mengalami kenaikan. Yang tertinggi terjadi bursa saham Korea Selatan, Kospi, yaitu hingga mencapai 5,4 persen.
"Harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali Selat Hormuz," ucap Fanny. Ini merupakan jalur distribusi utama di dunia untuk pasar minyak mentah.
Trump juga mengatakan "perang ini sudah sangat lengkap”. Pernyataan itu mengisyaratkan dia akan menyudahi agresinya ke Iran yang menelan ribuan korban jiwa di kalangan warga sipil.