Berharap Perang Segera Selesai, Penguatan Rupiah Berlanjut

  • 10 Mar 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berlanjut hingga penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik cukup signifikan 0,51 persen atau 86 poin menjadi Rp16.863 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah menguat seiring harapan akan berakhirnya perang AS dan Iran. “Presiden Rusia Vladimir Putin menelpon Trump dan mengajukan proposal penyelesaian perang dengan Iran,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa, 10 Maret 2026.

Informasi itu meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan. Dalam wawancara dengan CBS News Senin kemarin, Trump mengklaim serang ke Iran sudah “sangat lengkap”.

Trump bahkan sesumbar perang akan selesai lebih cepat dari perkiraan selama 4-5 minggu. Namun Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan, merekalah yang akan menentukan akhir perang.

Teheran menyatakan tidak akan mengizinkan “satu liter minyak pun" diekspor dari wilayah tersebut jika serangan AS dan Israel berlanjut. Sehingga harga minyak mentah masih dalam tekanan, meski Trump menyatakan akan melepaskan cadangan minyak darurat untuk menstabilkan harga.

Sementara itu di dalam negeri, akan kekhawatiran terhadap cadangan devisa yang makin tergerus karena pelemahan rupiah. Rupiah melemah akibat perkembangan global, utamanya perang AS-Israel versus Iran.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada Februari 2026 sudah semakin menipis, hingga tersisa USD151,9 miliar. Jumlah itu kian susut, dari posisi awal pada Januari 2026 sebesar USD154,6 miliar,” ujar Ibrahim.

Bank Indonesia (BI) mengakui cadangan devisa menyusut akibat langkah intervensi moneter yang dilakukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Selain itu, cadangan devisa juga digunakan untuk membayar utan luar negeri pemerintah.

Namun jumlah cadangan devisa pada Februari, kata BI, kecukupannya masih berada di atas standar internasional. Yaitu sekitar 3 bulan impor.

BI juga menyebut cadangan devisa masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal. Serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan..

Rekomendasi Berita