BI Perkirakan Penjualan Eceran Januari 2026 Meningkat
- 11 Feb 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Survei Penjualan Eceran yang dilakukan Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada Januari 2026 meningkat secara tahunan. Namun secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Januari 2026 diperkirakan mengalami penurunan.
Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirama tumbuh sebesar 7,9 persen secara tahunan (you). Pertumbuhannya ditopang kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,6 persen (mtm). Kontraksi disebabkan normalisasi konsumsi masyarakat setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Hasil survei BI yang dirilis Selasa, 10 Februari 2026 menyebutkan kontraksinya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama tahun 2025, penjualan eceran terkontraksi sebesar 4,7 persen.
Pada Desember 2025, IPR tercatat tumbuh sebesar 3,5 persen secara tahunan. Pertumbuhannya ditopang penjualan suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau dan barang budaya dan rekreasi.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 tumbuh 3,1 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,5 persen. Peningkatan ditopang penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, suku cadang, dan aksesori.
Penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga meningkat pada Desember 2025. Hal itu sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat selama perioden Natal dan Tahun Baru.
Lebih lanjut, hasil survei BI menyebutkan, akan ada tekanan harga pada tiga dan enam bulan ke depan. Sehingga diperkirakan akan terjadi peningkatan inflasi pada Maret dan Juni 2026.
Perkiraan itu mengacu pada Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret dan Juni 2026. Indeksnya masing-masing sebesar 175,7 dan 156,3.
Indeksnya lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada periode sebelumnya sebesar 168,6 dan 154,5. Peningkatan IEH pada tiga dan enam bulan ke depan, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga pada periode Idulfitri tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....