Cadangan Devisa Indonesia Turun Lagi di Bulan Februari 2026
- 07 Mar 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Cadangan devisa Indonesia kembali menurun di bulan Februari 2026. Laporan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, posisi cadangan devisa pada akhir Februari sebesar USD151,9 miliar.
Cadangan devisa itu lebih rendah dibandingkan cadangan devisa bulan Januari 2026 sebesar USD154,6 miliar. Cadangan bulan Januari juga menurun dibandingkan dibandingkan bulan Desember sebesar USD156,5 miliar.
Sehingga dalam dua bulan pertama tahun ini, cadangan devisa Indonesia mengalami penyusutan. Menurunnya cadangan devisa bulan Februari, berdasarkan laporan BI, Jumat, 6 Maret 2026, dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa.
| Baca juga: Rupiah Terpuruk ke Level Rp16.925/Dolar AS |
Selain itu, terjadi penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, di tengah pembayaran utang pemerintah. Selain itu, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga menyebabkan cadangan devisa berkurang.
Namun, stabilisasi nilai tukar rupiah harus dilakukan sebagai respons menghadapi tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. BI menyatakan, posisi cadangan devisa Februari, masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Cadangan devisa saat ini, setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. BI menilai cadangan devisa masih mampu mendukung ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Ketahanan sektor eksternal juga ditopang oleh aliran masuk modal asing sejalan persepsi posittif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Selain itu, imbal hasil investasi di Indonesia juga tetap menarik bagi para investor.