Idulfitri Rawan Inflasi, BI Dukung Penyaluran Kredit Pangan
- 03 Mar 2026 07:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga laju inflasi akibat meningkatnya permintaan masyarakat jelang Idulfitri 1447 Hijriah. Hal ini dilakukan melalui dukungan penyaluran kredit pangan guna menjaga stabilitas harga di pasar.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, Senin, 2 Maret 2026 di Jakarta. “Stabilitas harga pangan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat, khususnya pada saat perayaan hari besar keagamaan nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi global saat ini masih dibayangi ketidakpastian yang sangat tinggi. Perang antara Amerika Serikat (AS) melawan Iran berpotensi meningkatkan harga minyak dunia.
Pada gilirannya ini akan berdampak pada kenaikan biaya transportasi dan produksi, yang mempengaruhi harga pangan dan mendorong naiknya inflasi. "Karena itu, upaya pengendalian inflasi harus dilakukan dari hulu ke hilir," kata Aida.
Menurut dia, stabilitas inflasi juga memberikan ruang bagi sistem keuangan nasional untuk mendukung pertumbuhan. Menurut data BI, kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96 persen secara tahunan.
Sedangkan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 diperkirakan berada pada kisaran 8–12 persen. Untuk mendorong pertumbuhan kredit, BI mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
Total insentif KLM yang sudah diterima perbankan hingga awal Februari 2026 tercatat sebesar Rp427,5 triliun. Insentif tersebut akan diarahkan antara lain kepada sektor pertanian, industri, dan hilirisasi.
Sementara itu, penguatan pengendalian inflasi dilakukan melalui tujuh program unggulan. Di antaranya hilirisasi pangan, optimalisasi kerja sama daerah, operasi pasar murah, serta komunikasi kebijakan untuk menjaga ekspektasi inflasi.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, langkah tersebut difokuskan pada strategi 4K. Yaitu menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, dan memperkuat komunikasi kebijakan.