BI: Fasilitas Pinjaman Sebesar Rp2.506 Triliun Belum Digunakan Perbankan
- 28 Feb 2026 19:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai perekonomian Indonesia saat ini masih bergerak di bawah potensial levelnya. Artinya perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh lebih tinggi dengan mendorong penyaluran kredit perbankan pada dunia usaha.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti mengatakan, penyaluran kredit masih dapat dioptimalkan karena likuiditas perbankan masih sangat besar. “Pada Januari 2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) perbankan tercatat sebesar Rp2.506,47 triliun,”kata Destry saat peluncuran buku Kajian Stabilitias Keuangan No. 46 di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Jumlah fasilitas pinjaman yang belum digunakan itu sekitar 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia. “Artinya, likuiditas perbankan banyak dan pertumbuhan kredit masih dapat dioptimalkan,” ucap Destry.
Berdasarkan data BI, pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen. Sementara BI menargetkan pertumbuhan kredit tahun 2026 antara 8 persen-12 persen secara tahunan.
Pada Desember 2025, pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,69 dan kebanyakan mengalir ke sektor-sektor prioritas. Dengan pertumbuhan kredit sebesar itu, perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang tahun 2025.
Untuk mempercepat pertumbuhan kredit, BI mnerapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama bulan Februari 2026, BI telah memberikan insentif pada perbankan sebesar Rp427,5 triliun.
“KLM kita bagi dua, ada yang namanya lending channel, diberikan pada bank-bank yang memberikan kreditnya pada sektor prioritas. Ada juga yang namanya interest rate channel, diberikan pada bank-bank yang cepat menjalankan transmisi kebijakan moneter kami,” ujar Destry menjelaskan.
Transmisi kebijakan moneter, tambah Destry, terlihat dari bank-bank yang sudah menurunkan suku bunganya. Karena suku bunga BI (BI Rate) sejak September 2024 sudah turun sebesar 150 basis poin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....