Target Pasar Modal Syariah 2026, Tingkatkan Jumlah Investor Aktif
- 26 Feb 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Sepanjang lima tahun terakhir jumlah investor saham di pasar modal syariah sebanyak 217.157 investor atau tumbuh 28,2 persen. Namun dari jumlah itu, investor yang aktif bertransaksi hanya sekitar 20 persen atau 43.135 investor saja.
Untuk itu, pasar modal syariah berupaya untuk meningkatkan jumlah investor yang aktif dari 20 persen ke 30 persen. “Yang kita targetkan adalah jumlah investor aktifnya, karena kami percaya semakin banyak investor aktif semakin naik transaksinya,” kata Wakil Direktur Pasar Modal Syariah, Irwan Abdalloh dalam edukasi wartawan pasar modal, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurutnya, nilai transaksi investor syariah hingga Desember 2025 tercatat sebesar Rp11,2 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024, tapi belum mengalahkan nilai transaksi di tahun 2021.
“Bahkan pada masa pandemi Covid nilai transaksinya lebih tinggi lagi,” ucap Irwan. Untuk meningkatkan investor aktif sebesar 10 persen, tambahnya, upaya yang dilakukan juga cukup signifikan.
“Upaya yang utama adalah membuat sejumlah program yang menyasar pada investor yang sudah memiliki rekening agar aktif betransaksi. Kita juga kasih insentif, lewat jalur komunitas atau bekerja sama dengan investor-investor sudah berhasil,” ujar Irwan.
Dengan cara itu diharapkan target kenaikan investor aktif 10 persen menjadi 30 persen tercapai di tahun ini. “Sehingga terjadi kenaikan nilai transaksi, harapannya menjadi Rp13 triliun atau paling tidak sama pada saat Covid sebesar Rp12,5 trilun,” kata Irwan lagi.
Sementara itu, volume transaksi saham syariah sepanjang 2025 tercatat sebanyak 30,6 miliar lembar saham. Frekuensi perdagangan sebanyak 2,7 juta kali transaksi.
Sedangka Indeks Saham Syariah naik 43,1 persen di tahun 2025 Kenaikannya lebih tinggi dibandingkan IHSG yang hanya naik sebesar 22,1 persen.
Lima sektor industri dengan jumlah saham terbesar adalah sektor barang konsumen non primer. Selain itu, ada sektor barang konsumen primer, barang baku , energi serta sektor properti dan real estate.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....