Rupiah Makin Melemah Terpengaruh Sentimen Perundingan AS-Iran
- 25 Feb 2026 00:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Pelemahan rupiah terhadap dolar AS berlanjut hingga penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,16 persen atau 26 poin menjadi Rp16.828 per dolar AS.
Rupiah tertekan oleh penguatan dolar AS karena sentimen pasar terhadap sejumlah isu global. Saat ini, pasar masih mengikuti perkembangan perundingan AS-Iran yang akan masuk ke putaran ketiga.
“Amerika Serikat tetap ingin Iran menghentikan program nuklirnya. Namun Iran dengan tegas menolak, dan membantah sedang mengembangkan senjata nuklir,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa 24 Februari 2024.
Pada saat yang sama, Departemen Luar Negeri AS sudah menarik sejumlah personel dan keluarganya dari kedutaan AS di Beirut. Karena kekhawatiran akan terjadinya perang antara AS dan Iran.
“Presiden Trump mengatakan akan menjadi “hari yang sangat buruk” bagi Iran, jika kesepakatan tidak tercapai,” ujar Ibrahim. Media AS melaporkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan serangan terarah untuk menggulingkan pemimpin tertinggi Iran.
Selain sengketa dengan Iran, pelaku pasar juga mencermati kebijakan tarif Trump yang baru. Trump mengancam negara-negara yang sudah membuat kesepakatan perdagangan dengan AS, untuk tidak menarik diri.
“Presiden Trump mengatakan akan mengenakan bea masuk yang jauh lebih tinggi berdasarkan undang-undang perdagangan yang berbeda,” ucap Ibrahim. Hal itu sudah ditunjukkan Trump dengan menaikkan lagi kebijakan tarifnya dari 10 persen menjadi 15 persen.
Di dalam negeri, pelaku pasar menyoroti penarikan utang yang dilakukan pemerintah sepanjang Januari 2026. Jumlah mencapai Rp127,3 triliun dan mengambil porsi15,3 persen dari total target utang dalam APBN.
“Secara keseluruhan, realisasi pembiayaan tahun 2026 hingga akhir Januari mencapai Rp 105,06 triliun. Jumlah itu sekitar 15,2 persen dari target, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar 29,6 persen,” kata Ibrahim menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....