BI Buka Kesempatan Talenta Muda Ikut Program Pusat Inovasi Digital Indonesia

  • 24 Feb 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menginisiasi program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat talenta muda Indonesia di bidang digital. Dalam menjalankan program ini, BI menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI.

"Transformasi digital tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. SDM yang mampu mengubah ide menjadi solusi nyata," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam peluncuran PIDI di gedung BI, Senin, 23 Februari 2026.

Menurutnya, PIDI akan menjadi ekosistem talenta muda yang dapat menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks. Ekosistem ini diharapkan juga dapat memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD). Ini sejalan dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 yakni menciptakan talenta digital yang inovatif dan berdaya saing global," ujar Perry.

Inisiasi PIDI 2026 mengusung tema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital", diwujudkan dalam program Digdaya dan Hackathon.

Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) merupakan jalur penguatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang. Bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme talenta digital muda.

Sedangkan Hackathon berperan sebagai laboratorium inovasi dan kolaborasi untuk menguji gagasan dan membangun prototipe. Serta memvalidasi solusi berbasis kebutuhan riil industri.

Untuk itu BI membuka kesempatan bagi para talenta muda untuk menjadi peserta program Digdaya dan Hackathon 2026. Program ini akan berlangsung mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026.

Dalam program Digdaya dan Hackathon, peserta tidak berkompetisi. Tapi juga mendapatkan pelatihan terstruktur, sertifikasi, mentoring profesional, hingga business matching dengan industri dan job fair.

Gubernur BI mengatakan, program Digdaya dan Hackathon akan fokus pada solusi atas tiga problem statement. Pertama, Penguatan Ketahanan dan Inovasi Keuangan.

Kedua, Peningkatan Produktivitas, Ketahanan Pangan, dan Penciptaan Lapangan Kerja, dan ⁠Percepatan Layanan Publik. Ketiga, Ekonomi Kreatif, dan Ekspor Jasa Digital.

"BI berharap inisiatif ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi digital nasional. Inovasi tidak berhenti sebagai ide, tetapi menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi, memperluas akses keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Perry menutup keterangannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....