Rupiah Berbalik Melemah Lagi akibat Tekanan Dolar AS
- 24 Feb 2026 12:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah pada pembukaan perdagangan Selasa 24 Februari 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,11 persen menjadi Rp16.820 per dolar AS.
Sehari sebelumnya, rupiah ditutup menguat cukup signifikan sebanyak 0,51 persen atau 86 poin. Sehingga posisi rupiah saat itu tercatat senilai Rp16.802 per dolar AS.
"Hari ini rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS," kata analis pasar uang, Lukman Leong, Selasa 24 Februari 2026. Menurut dia, hal ini karena dolar AS berbalik menguat (rebound).
| Baca juga: Rupiah Makin Perkasa, Ditutup Naik 86 Poin |
| Baca juga: IHSG Ditutup Naik Signifikan 1,50 Persen |
"Dolar AS rebound setelah rilis data perekonomian AS," ujarnya. Di sana ditunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Meski begitu, Lukman mengatakan pelemahan rupiah akan bersifat terbatas. Hal ini karena masih ada ketidakpastian seputar tarif dagang AS.
"Isu tersebut masih cenderung menahan penguatan dolar AS," ujarnya. "Sehingga nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS."
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan akan mengenakan tarif 15 persen untuk barang impor yang masuk ke negaranya. Namun, belum ada kepastian kapan dia akan mulai menerapkan kebijakan tersebut.
Saat ini Trump baru akan menerapkan tarif 10 persen, yang akan berlaku selama 150 hari ke depan. Gonjang-ganjing tarif kembali mencuat setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan Trump terkait tarif resiprokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....