IHSG Menguat 0,52 Persen di Awal Perdagangan

  • 13 Jan 2026 10:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melesat dalam pembukaan perdagangan hari ini. IHSG dibuka naik 0,52 persen ke level 8.931 setelah mengalami penurunan, Senin (12/1/2026), kemarin karena aksi profit taking.

Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG turun 0,58 persen ke level 8.884. Namun penurunan disertai dengan net buy (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp205 miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing pada Senin kemarin adalah BBRI, ANTM, TLKM, ADRO dan IMPC. "Hari ini IHSG berpotensi rebound (menguat lagi) jika kuat bertahan di level support 8.870," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga:

IHSG Ditutup Turun karena Aksi Ambil Untung Investor

Awal Pekan, Rupiah Terus Melemah terhadap Dolar AS

Meski berpotensi rebound, Fanny mengingatkan para investor untuk tetap hati-hati jika level IHSG di bawah 8.870. "Karena IHSG akan berpotensi koreksi kembali ke 8.700-8.720," ucapnya.

Sementara itu, bursa saham utama di Wall Street, AS mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada Senin kemarin. Kenaikan tersebut, menurut Fanny, karena investor memilih mengabaikan kekhawatiran atas isu independensi The Fed.

"Isu independensi itu mencuat di tengah penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powel," ujarnya. Indeks S&P 500 naik 0,16 persen, Dow Jones menguat 0,17 perse dan Nasdaq Composite juga naik 0,26 persen.

Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik juga ditutup menguat pada Senin kemarin. Penguatan dipengaruhi oleh kenaikan bursa saham Wall Street setelah rilis laporan lapangan pekerjaan di AS.

Selain itu, pasar Asia-Pasifik juga mencermati pernyataan mitra koalisi PM Jepang Sanae Takaichi, Hirofumi Yoshimura. Yoshimura mengatakan kemungkinan akan mengadakan pemilihan umum dini.

"Komentarnya muncul setelah media domestik melaporkan bahwa Takaichi sedang mempertimbangkan pemilihan umum mendadak pada bulan Februari mendatang," ujar Fanny. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,44 persen, Kospi Korea Selatan bertambah 0,82 perse dan ASX 200 Australia menguat 0,48 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....