Awal Pekan, Rupiah Terus Melemah terhadap Dolar AS

  • 12 Jan 2026 12:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Tekanan dolar AS membuat nilai tukar rupiah terus merosot dalam perdagangan di awal minggu ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.00 WIB rupiah di posisi Rp16.858 melemah 23 persen dibandingkan sebelumnya.

Pada akhir pekan kemarin, rupiah ditutup turun 0,13 persen ke posisi Rp16.819 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar pada hari ini berada di level 98,95.

Meski terus melemah, nilai tukar rupiah berpeluang mengalami apresiasi hari ini. "Kemungkinan rupiah akan terapresiasi hari ini ke level Rp16.800 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:

Penutupan Akhir Pekan, Rupiah Anjlok ke Rp16.819/Dolar

Pasar Tunggi Data Ekonomi, IHSG Dibuka Naik

Dari sisi eksternal, peluang penguatan rupiah dipengaruhi oleh data pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS). Berdasarkan laporan akhir pekan kemarin, pertumbuhan lapangan kerja di AS tidak mengalami perubahan signifikan.

Tingkat pengangguran di AS pada Desember 2025 tercatat 4,4 persen. Tingkat pengangguran ini menunjukkan pasar tenaga kerja belum memburuk.

Pelaku pasar juga berekspektasi the Fed akan memangkas suku bunga lebih dari dua kali di tahun ini. Penurunan suku bunga diharapkan masing-masing sebesar 25 basis poin (bps).

Sementara di dalam negeri, data penjualan mobil dan motor di akhir tahun, ikut mempengaruhi sentimen pasar. Penjualan kendaraan bermotor hingga akhir tahun menunjukkan trend membaik, sehingga memberikan sentimen positif.

"Di sisi lain, ada ekspektasi masuknya dana Asing melalui Surat Berharga Negara (SBN). Ekspektasi ini muncul seiring kemungkinan kebijakan 'front loading' yang akan dilakukan pemerintah," ujar Fikri.

Front loading merupakan strategi pembiayaan pemerintah dengan cara menerbitkan surat utang pemerintah. Penerbitannya dilakukan dengan jumlah signifikan dan dilakukan di awal tahun fiskal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....