IHSG Ditutup Turun karena Aksi Ambil Untung Investor

  • 12 Jan 2026 19:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah saat penutupan perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026). Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, IHSG ditutup turun 0,58 persen atau 52 poin ke level 8.888,72.

IHSG sempat kembali mencapai level psikologis di 9.000. Namun, IHSG menurun di sesi kedua perdagangan, dan mencapai level terendah di 8.715.

“IHSG belum mampu bertahan di level 9.000 membuat para investor melakukan aksi ambil untung (profit taking). Profit taking utamanya terjadi pada saham-saham konglomerasi karena sebelumnya telah reli dan menjadi faktor penguat IHSG,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:

Awal Pekan, Rupiah Terus Melemah terhadap Dolar AS

Kekhawatiran Pasar Meningkat, Rupiah Makin Tak Berdaya

Pelemahan IHSG, lanjut Tim Phintraco, disinyalir juga untuk mengantisipasi pengumuman MSCI mengenai kebijakan baru perhitungan free float. MSCI kemungkinan akan mengumumkan kebijakan baru itu akhir bulan ini.

“Profit taking memicu terjadinya panic selling yang membuat IHSG tertekan ke level 8.715. IHSG kembali membaik, meski tetap ditutup di area negatif,” ucap Tim Phintraco.

Selain itu, Bank Indonesia merilis kinerja penjualan eceran yang tercermin dalam Indeks Penjualan Riil (IPR). Pertumbuhan penjualan ritel bulan November 2025 tercatat naik menjadi 6,3 persen, merupakan pertumbuhan tercepat sejak Maret 2024.

Berdasarkan data BEI, hari ini sebanyak 293 saham harganya naik, 459 saham harganya turun, 206 saham stagnan. Saham sektor barang sekunder (cyclical) naik paling kuat (2,22 persen) dan saham sektor infrastruktur turun paling dalam (-2,37 persen).

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan hari ini juga melemah. Saham yang mendominasi pelemahan adalah BRPT, EMTK, EXCL, BUMI dan SCMA.

Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan sebanyak 71,79 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 4,95 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp39,95 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp16.121 triliun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....