Penutupan Akhir Pekan, Rupiah Anjlok ke Rp16.819/Dolar
- 09 Jan 2026 22:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah semakin merosot terhadap dolar AS hingga akhir pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg, hari ini rupiah ditutup turun 0,13 persen atau 21 poin menjadi Rp16.819 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS makin menguat ke level 99,01. “Rupiah makin melemah dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang masih kuat, sedangkan indikator ekonomi domestik melemah,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Di dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) melemah ke level 123,5 pada Desember 2025. Pada November 2025, IKK berada di level 124.
Baca Juga:
Survei BI: Desember 2025, Indeks Keyakinan Konsumen Melemah
Akhir Pekan, Kenaikan IHSG Berlanjut ke Level 8.936
“Selain itu penjualan sepeda motor sepanjang tahun 2025 tumbuh 1,3 persen atau terjual sebanyak 6,4 juta unit. Angkanya mencapai kisaran bawah target 6,4 juta-6,7 juta unit,” kata Tim Phintraco.
Capaian penjualan motor tahun 2025 lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang tumbuh 1,5 persen. Dari sisi domestik, arus masuk dan keluar modal asing juga mempengaruhi posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Berdasarkan data transaksi yang dirilis Bank Indonesia (BI) tanggal 5-8 Januari 2026, terjadi beli neto sebesar Rp1,44 triliun. Rinciannya terdiri dari beli neto sebesar Rp1,78 triliun di pasar saham dan Rp1,04 triliun di instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) terjadi jual neto sebesar Rp1,38 triliun. “BI akan terus memperkuat kordinasi dengan pemerintah dan mengoptimalkan bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia,” kata BI dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah akhir pekan ini.
Pelaku pasar juga sedang menantikan data Non-Farm Payrolls di Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini waktu setempat. Data ini akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga the Fed bulan Januari ini.
Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia menyebutkan, data NFP akan memperlihatkan penambahan 60 ribu pekerja pada Desember 2025. Sedangkan tingkat pengangguran di AS diperkirakan turun dari 4,6 persen menjadi 4,5 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....