Pasar Tunggu Data Ekonomi, IHSG Dibuka Naik

  • 12 Jan 2026 10:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat dalam pembukaan perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data RRI Business, IHSG dibuka naik 0,26 persen ke level 8.991,76.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin IHSG juga naik ke level 8.936,74, disertai net sell (jual bersih) asing. Net sell sebesar Rp59 miliar, saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, BMRI, AMMN, BBNI, dan BRIS.

"IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di level support 8.900," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin (12/1/2026). Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 8.900-8.920 di level support, dan 8.950-9.000 untuk level resistansi.

Baca Juga:

Akhir Pekan, Kenaikan IHSG Berlanjut ke Level 8.936

Penutupan Akhir Pekan, Rupiah Anjlok ke Rp16.819/Dolar

Bursa saham global masih dipengaruhi oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. "Laporan pekerjaan AS yang melemah dari perkiraan tidak banyak mengubah ekspektasi penurunan suku bunga dari The Fed tahun ini," ujar Fanny.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat, lebih dari perkiraan pada bulan Desember. "Namun penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,4 persen menunjukkan pasar tenaga kerja tidak memburuk dengan cepat," kata Fanny lagi.

Sehingga pada penutupan akhir pekan kemarin, bursa saham utama di Amerika Serikat menguat. Sedangkan bursa saham di Asia ditutup beragam, dengan mayoritas indeks harga saham menguat.

Di kawasan Asia, investor menunggu rilis data tenaga kerja non-pertanian (Non-Farm Payrolls) di AS. Informasi lainnya yang ditunggu pasar adalah keputusan Mahkamah Agung AS tentang tarif Presiden Donald Trump.

Perselisihan antara Tiongkok dan Jepang juga menjadi perhatian investor di kawasan Asia. Tiongkok menyebut kontrol ekspor barang-barang dwiguna ke Jepang tidak akan berdampak pada penggunaan dan perdagangan sipil.

Sementara itu, Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan, pelaku pasar di dalam negeri akan mencermati perkembangan geopolitik. Fokus pasar lainnya adalah aksi korporasi emiten.

"Investor juga akan menelaah data ekonomi domestik lainnya. Diantaranya data penjualan ritel yang dirilis Bank Indonesia hari ini," ucap Tim Phintraco.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....