Rupiah Dibuka Tak Bertenaga terhadap Dolar AS
- 07 Jan 2026 11:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah makin melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (7/1/2026). Menurut Bloomberg, rupiah turun lagi sebesar 0,14 persen menjadi Rp16.783 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2025), rupiah juga melemah ke posisi Rp16.758 per dolar AS. Sementara itu, mata uang dolar AS terkoreksi dan berada di level 98,52.
Analis pasar uang, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS. "Rupiah diperkirakan akan datar dengan potensi melemah terhadap dolar AS," ujarnya, Rabu (7/1/2025).
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Makin Lemah ke Rp16.758/Dolar
Baca juga: Rekor Berlanjut, IHSG Dibuka Naik ke 8.959
Sedangkan dolar AS diperkirakan akan rebound dipengaruhi pernyataan hawkish pejabat The Fed, Thomas Barkin, terkait suku bunga. Menurut dia, keputusan suku bunga yang akan datang perlu disesuaikan dengan cermat.
Hal yang harus dicermati, lanjut Barkin, adalah laju inflasi dan tingkat pengangguran. Dia menambahkan suku bunga saat ini berada dalam kisaran netral.
"Karena itu, investor saat ini cenderung wait and see," ujar Lukman. Menurut dia, mereka mengantisipasi serangkaian data ekonomi penting dari AS dan Indonesia.
Biro Statistik AS akan merilis laporan ketenagakerjaan per Desember 2025. Di antaranya data lowongan kerja, pengunduran diri, dan pemutusan hubungan kerja periode November 2025.
Menjelang akhir pekan, pemerintah AS akan melaporkan data pembangunan rumah baru. Selain itu, University of Michigan akan merilis indeks awal sentimen konsumen per Januari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....