Rekor Berlanjut, IHSG Dibuka Naik ke 8.959

  • 07 Jan 2026 10:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta:  Indeks Harga  Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka di level 8.959 hari ini. IHSG melanjutkan penguatan pada penutupan perdagangan Selasa kemarin yang berhasil menembus rekor baru 8.933,60.

Rekor baru IHSG disertai net buy (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp911 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah RAJA, BBCA, BBRI, PTRO, dan ANTM. 

"IHSG masih potensi melanjutkan kenaikan hari ini. Kenaikan ditopang oleh kenaikan bursa Amerika Serikat dan kenaikan komoditas nikel yang cukup signifikan," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga:

IHSG Tembus Rekor Baru ke Level 8.933

Nilai Tukar Rupiah Makin Lemah ke Rp16.758/Dolar

Namun Fanny juga mengingatkan pelaku pasar untuk hati-hati karena IHSG sudah naik lima hari berturut-turut. "Kondisi ini akan rentan koreksi," ucapnya.

Fanny memperkirakan pergerakan IHSG hari ini di rentang 8.860-8.900 untuk level support.  Sedangkan untuk level resistansi di rentang 8.950-9.000.

Pada perdagangan Selasa kemarin indeks saham di AS mayoritas mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) baru. "Hal tersebut terjadi karena investor mengabaikan ketegangan geopolitik terbaru menyusul serangan AS ke Venezuela," ujar Fanny.

Indeks S&P 500 naik 0,62 persen dan Dow Jones juga menguat 0,99 persen. Sedangkan  Nasdaq Composite menguat  0,65 persen.

Bursa saham di kawasan Asia juga mayoritas naik hingga penutupan perdagangan Selasa kemarin. Pelaku pasar di kawasan ini juga mengabaikan kekhawatiran akan situasi geopolitik setelah AS melakukan agresi ke Venezuela.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,32 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,38 perse.Taiex Taiwan bertambah 1,57 persen dan Kospi Korea Selatan naik 1,52 persen. 

Sedangkan, ASX 200 Australia turun 0,53 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,47 persen. "Selanjutnya pasar akan menunggu data ekonomi utama AS  yang akan membentuk arah pasar pekan ini," kata Fanny menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....