Harga Beras Masih Cenderung Naik

  • 06 Jan 2026 21:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Harga beras di tingkat konsumen masih mengalami kenaikan untuk semua jenis beras. Kondisi ini sejalan dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kenaikan harga beras pada Desember 2025.

“Kenaikan harga beras sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2025. Kenaikan harganya antara 200 hingga 400 rupiah per kilogram,” kata pedagang beras di Pasar Lenteng, Jakarta Selatan bernama Timan, Selasa (6/1/2026).

Menurut Timan, harga beras medium yang paling murah harganya Rp12.500 per liter. Sedangkan beras premium yang paling murah harganya Rp13.500 per liter.

Baca Juga:

IHSG Tembus Rekor Baru ke Level 8.933

Rupiah Belum Stabil, Tapi Berpeluang Menguat Hari Ini

Timan mengaku tidak tahu penyebab harga beras masih naik, karena kalau dari sisi pasokan tidak ada masalah. Menurutnya, harga beras sudah naik sejak ia beli di pasar induk beras Cipinang.

Kenaikan harga beras, kata Timan, membuat bingung para pedagang. Karena pedagang punya kewajiban mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah.

“Harapannya kembali kembali seperti dulu saja, harga naik ya naik, harga turun ya turun. Tidak mengikuti HET pemerintah, karena kalau harga berasnya naik bingung menyesuaikannya dengan HET,” ucap Timan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya Senin (5/1/2026) mencatat kenaikan harga beras di bulan Desember 2025. Kenaikan harga terjadi mulai dari tingkat penggilingan hingga eceran untuk semua jenis beras.

Di tingkat penggilingan, harga beras naik 1,26 persen secara bulanan dan naik 6,38 persen secara tahunan. “Berdasarkan kualitasnya, harga beras premium naik 2,62 persen secara bulanan, dan naik 6,92 persen secara tahunan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini.

Sedangkan beras medium di tingkat penggilingan, harganya naik 0,67 persen secara bulanan, dan naik 6,72 persen secara tahunan. Ditingkat grosir harga beras naik 0,22 persen secara bulanan, dan naik 5 persen secara tahunan.

Di tingkat eceran, harga beras naik 0,18 persen secara bulanan, dan naik 3,64 persen secara tahunan. BPS juga menyebutkan potensi produksi beras pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan sebanyak 6,23 juta ton.

“Jumlah itu meningkat sekitar 32,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Pudji. Sehingga stok beras di awal tahun 2026 kemungkinan akan berlimpah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....