IHSG Bertahan di Area Hijau Meski Diprediksi Terkoreksi
- 06 Jan 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), terpantau bergerak fluktuatif di sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (6/1/2025) IHSG dibuka di zona hijau di level 8.890,72, beberapa saat kemudian turun ke zona merah.
Jelang jeda perdagangan siang ini, IHSG kembali naik ke area hijau dan sempat mencapai level 8.905. Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG mencapai level tertinggi baru 8.859 dengan kenaikan 1,27 persen.
Namun kenaikan IHSG kemarin disertai dengan net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp9,98 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, MEDC, BBRI, EMAS dan JPFA.
"Hari ini IHSG berpotensi terkoreksi. Level support akan bergerak di rentang 8.780-8.800 dan level resistansi di rentang 8.880-8.900," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman
Baca Juga: IHSG Kembali Capai Level Tertinggi Baru di 8.859
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Berlanjut ke Level Rp16.740/ Dolar AS
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat dan Asia Pasifik bergerak menguat hingga penutupan perdagangan Senin kemarin. "Kenaikan indeks dipicu penguatan harga minyak mentah dan ekspektasi investor terhadap konflik AS-Venezuela," ujar Fanny.
Pelaku pasar menilai serangan AS ke Venezuela tidak mengakibatkan konflik geopolitik yang lebih besar. Saham-saham sektor energi di AS pun melesat setelah pemerintah AS menyatakan akan mengendalikan minyak Venezuela.
"Saham Chevron melesat 5,1 peraen dan dinilai menjadi penerima manfaat terbesar. Perusahaan itu telah memiliki kehadiran bisnis di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia," ucap Fanny.
Sedangkan, saham Exxon Mobil turut menguat 2,2 persen, saham Halliburton melesat 7,8 persen. Sedangkan saham SLB (Schlumberger) naik hampir 9 persen.
Di sisi lain, harga minyak mentah naik pada perdagangan hari ini. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 1,74 persen menjadi USD58,32 per barel
Harga minyak mentah meningkat sekitar 1,66 persen menjadi USD61,76 per barel. Kedua harga tersebut merupakan harga patokan, masing-masing untuk pengiriman bulan Februari dan Maret 2026.
Bursa saham di Asia menguat pada perdagangan Senin kemarin. Pelaku pasar bersiap menghadapi banjir data ekonomi pada pekan perdagangan pertama tahun ini.
"Pelaku juga pasar mencermati implikasi geopolitik setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pasar juga mencermati pergerakan harga minyak mentah dan keputusan OPEC untuk mempertahankan level produksi," kata Fanny menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....