Pelemahan Rupiah Berlanjut ke Level Rp16.740/ Dolar AS
- 05 Jan 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan hari ini. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah turun 0,09 persen atau 15 poin menjadi Rp16.740 per dolar AS.
Agresi militer Amerika Serikat ke Venezuela mempengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS. “Pelaku pasar menilai agresi itu akan membawa implikasi terhadap pasar energi dan stabilitas regional,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Senin (5/1/2026).
Baca Juga:
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 67 Bulan Beruntun
Kelompok Makanan dan Emas Perhiasan Picu Inflasi 2025
Apalagi Presiden Trump juga melontarkan ancaman pada negara Amerika Latin lainnya, jika menentang kebijakan AS. Trump menyatakan akan mencaplok Kolombia, Iran, bahkan Greenland.
“Aksi militer dan komentar Trump, meningkatkan ketidakpastian global. Para analis mengingatkan, tindakan Washington dapat menjadi preseden bagi negara-negara adidaya khususnya Tiongkok dan Rusia,” ucap Ibrahim.
Sementara itu di Tiongkok, Beijing menyatakan akan memberikan stimulus tambahan untuk meningkatkan belanja konsumen. “Pemerintah Tiongkok mengumumkan program senilai 8,94 miliar dolar AS untuk memperpanjang subsidi barang elektronik dan barang lainnya,” ujar Ibrahim.
Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 sebesar USD2,66 milia. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
“Realisasi tersebut lebih tinggi dari realisasi neraca dagang bulan sebelumnya atau Oktober 2025 senilai USD2,39 miliar,” kata Ibrahim. Surplus November 2025 ditopang surplus komoditas nonmigas sebesar USD4,64 miliar.
Komoditas nonmigas penyumbang surplus utama adalah lemak dan minyak hewan/ nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Surplus neraca perdagangan diperkirakan akan berlanjut tahun 2026, namun surplusnya terancam menyempit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....