IHSG Kembali Capai Level Tertinggi Baru di 8.859
- 05 Jan 2026 21:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus rekor baru dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan RTI Business, IHSG naik 1,27 persen atau 111 poin ke level 8.859.
IHSG dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau sepanjang hari ini. Ditopang oleh kenaikan harga sebagian besar saham, termasuk saham-saham unggulan dalam indeks LQ45.
Hari ini sebanyak 446 saham harganya naik, 246 saham harganya turun dan 114 saham stagnan. “Saham sektor bahan baku naik paling kuat 2,62 persen,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Senin (5/1/2026).
Baca Juga:
Pelemahan Rupiah Berlanjut ke Level Rp16.740/ Dolar AS
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 67 Bulan Beruntun
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak menguat. Penguatan didominasi oleh saham BUMI, MDKA, HEAL, INCO dan ANTM.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan, level IHSG di 8.859 merupakan level tertinggi baru. “Serangan AS terhadap Venezuela ternyata tidak berdampak signifikan ke pasar modal, namun mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam,” ujarnya.
Tim Phintraco memperkirakan IHSG masih akan melanjutkan kenaikannya, menuju level 8.900. Kenaikan IHSG ditopang oleh kemungkinan meningkatnya volume beli saham.
Di dalam negeri, data inflasi hingga Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Laju inflasi meningkat dibandingkan bulan November 2025 yang sebesar 2,72 persen.
“Laju inflasi pada Desember 2025 ini merupakan level tertinggi sejak April 2024. Namun masih dalam kisaran target Bank Indonesia di kisaran 1,5 persen-3,5 persen,” ucap Tim Phintraco.
Kenaikan inflasi ini disebabkan oleh peningkatan inflasi bulanan menjadi 0,64 persen di bulan Desember, dari 0,17 persen pada November. Kenaikan inflasi bulanan dikontribusikan oleh inflasi yang meningkat di daerah terdampak bencana.
Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat mengalami inflasi setelah terdampak bencana, karena kenaikan harga komoditas. Padahal sebelum bencana, ketiga provinsi itu mengalami deflasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....