Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 67 Bulan Beruntun
- 05 Jan 2026 16:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025, membukukan surplus sebesar USD38,54 miliar. Ini merupakan peningkatan tajam dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang tercatat sebesar USD9,30 miliar.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, Senin (5/1/2026). "Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus selama 67 bulan berturut-turut," katanya.
Surplus neraca perdagangan ditopang nilai ekspor sepanjang Januari-November 2025 sebesar USD256,56 miliar. Jumlah ini meningkat 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan nilai impornya tercatat sebesar USD218,02 miliar, naik 2,03 persen dibanding periode yang sama 2024. Surplus neraca perdagangan juga ditopang surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD56,15 miliar.
Sementara itu, neraca perdagangan migas sepanjang Januari-November 2025 justru defisit sebesar USD17,61 miliar. "Namun, nilainya turun USD1,03 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ucap Pudji.
Baca juga: Kelompok Makanan dan Emas Perhiasan Picu Inflasi 2025
Baca juga: AS Serang Venezuela, Rupiah Makin Tertekan Dolar AS
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus terbesar dengan Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina. Sedangkan defisit terbesar terjadi dengan Tiongkok, Australia, dan Brasil.
Neraca perdagangan Indonesia dan AS pada Januari-November 2025 mencatat surplus terbesar mencapai USD19,21 miliar. Komoditas yang mendukungnya antara lain mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, pakaian dan aksesorinya (rajutan), serta alas kaki.
Sedangkan dengan Tiongkok, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit terbesar yang mencapai USD19,28 miliar. Komoditas penyumbang defisit adalah mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya, mesin dan perlengkapkan elektrik beserta bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya.
Secara bulanan, neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 surplus mengalami sebesar USD2,66 miliar. Ini merupakan kenaikan dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar USD2,39 miliar.
Meski nilainya turun, ekspor Indonesia pada November 2025 masih lebih besar dari impor. Nilai ekspor pada November 2025 tercatat sebesar USD22,52 miliar, turun 6,6 persen dibandingkan ekspor November 2024.
Penurunan ekspor terutama disebabkan oleh turunnya ekspor sektor pertambangan dan lainnya sebesar 22,28 persen. Terutama ekspor batubara yang volume ekspornya turun hingga 3,97 persen.
Sedangkan nilai impor pada November 2025 sebesar USD19,86 miliar, naik 0,46 persen dibandingkan pada November 2024. Peningkatan impor terjadi paling besar pada impor migas.
Berdasarkan penggunaannya, pada November 2025 terjadi peningkatan impor barang modal sebesar 17,27 persen. Sedangkan impor barang konsumsi turun 1,76 persen, dan impor bahan baku penolong turun 3,56 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....