Volatilitas Masih Tinggi, Rupiah Berbalik Melemah

  • 03 Des 2025 11:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah turun tipis 0,02 persen atau 4 poin menjadi Rp16.629 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, nilai tukar rupiah naik 0,23 persen menjadi Rp16.624 per dolar AS. "Hari ini, rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga: Penutupan Perdagangan, Nilai Tukar Rupiah Melejit ke Rp16.624

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Butuh Dukungan Talenta AI

Menurutnya, nilai tukar potensi menguat atau melemah namun penguatan atau pelemahannya terbatas. "Rupiah berfluktuasi di tengah absennya data ekonomi penting," ucap Lukman.

Indeks dolar AS sendiri masih tertekan dan hari ini berada di level 99,22. Ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed yang makin kuat, menjadi faktor penekan dolar AS.

Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.550-16.700 per dolar AS. Volatilitas rupiah yang masih tinggi, kemungkin membuat Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan suku bunga bulan ini.

Jajaran Dewan Gubernur BI akan melaksanakan rapat bulanan rutin pada 16-17 Desember mendatang. Rapat ini akan menentukan suku bunga kebijakan dan asesmen perekonomian global maupun domestik.

"BI kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunga atau BI Rate. Meski hampir dapat dipastikan the Fed akan menurunkan suku bunga pada rapat FOMC tanggal 10 Desember," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Menurutnya, BI dalam jangka pendek masih mengutamakan stabilitas, mengingat masih tingginya volatilitas Rupiah. "Selain itu inflasi dalam beberapa bulan terakhir masih cukup tinggi di atas batas tengah target inflasi pada 2,5 persen," ujar Rully menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....