Dolar AS sedang Tertekan, Penguatan Rupiah Diperkirakan Berlanjut
- 02 Des 2025 11:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut saat pembukaan perdagangan hari ini. Pada penutupan perdagangan, Senin (1/12/2025) kemarin, nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp16.663 per dolar AS.
Hari ini, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka naik 0,15 persen menjadi Rp16.625 per dolar AS. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang masih dalam tekanan," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Selasa (2/12/2025).
Baca Juga: Data Ekonomi Indonesia Positif, Rupiah Ditutup Menguat
Baca Juga: BPS: Penurunan Harga Beras Redam Inflasi November 2025
Indeks dolar AS hari ini terpantau berada di level 99,46, naik tipis 0,03 persen dibandingkan posisi Senin kemarin. Menurut Lukman, tekanan terhadap dolar AS masih terjadi setelah rilis data kondisi manufaktur AS.
Sektor manufaktur Negeri Paman Sam mengalami kontraksi yang lebih besar dari perkiraan. Data Institute Supply of Management (ISM) menunjukkan PMI Manufaktur AS bulan November berada di level 48,2.
Angka tersebut turun dibandingkan PMI Manufaktur AS bulan Oktober di level 48,7. Realisasi PMI Manufaktur AS juga dibawah ekspektasi pasar di level 48,6.
Dengan demikian, PMI Manufaktur AS sudah terkontraksi selama sembilan bulan berturut-turut. Para analis menyebut kebijakan tarif AS yang memicu kinerja sektor manufakturnya terus menurun.
Tekanan terhadap dolar AS membuka peluang nilai tukar rupiah untuk menguat. "Namun penguatan diperkirakan masih akan terbatas dipengaruhi data ekonomi Indonesia yang dirilis Senin kemarin," ujar Lukman.
Menurutnya, data ekonomi Indonesia masih lemah meski laju inflasi menunjukkan moderasi, tapi angka perdagangan mengecewakan. "Sehingga nilai tukar rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp16.600-Rp16.700 per dolar AS," kata Lukman menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....