Airlangga 'Pede' Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Lebih Baik
- 29 Nov 2025 13:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto risiko ekonomi tahun 2026 sudah diantisipasi. Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 diyakini lebih baik dibandingkan 2025.
“Hampir seluruh risiko pertumbuhan tahun depan sudah dikelola dan disertap tahun ini. Jadi, risiko yang akan muncul sudah di price-in dalam tingkat suku bunga, harga-harga dan nilai tukar rupiah,” kata Menko Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Jumat (29/11/2025).
Sejumlah indikator ekonomi yang membaik di tahun ini, yang membuat Menko Airlangga yakin pertumbuhan ekonomi tahun depan tetap positif. Diantaranya, meningkatnya konsumsi masyarakat dan investasi.
Baca Juga:
Rupiah Masih Sulit Menguat, Ditutup Turun 0,23 Persen
IHSG Melemah Lagi Karena Aksi Ambil Untung
Untuk konsumsi rumah tangga, Airlangga mengacu pada Mandiri Spending Index di angka 312, diatas angka threshold 300. Sedangkan investasi dari Januari-September 2025 sudah mencapai Rp1.434 triliun, tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
“Ke depan, dengan adanya Danantara, peran investasi akan semakin terasa,” ucap Menko Airlangga. Sementara itu, dari aspek moneter, sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia telah memangkas suku bunga sebesar 125 basis poin.
Sehingga BI Rate turun menjadi 4,75 persen dan ini mendorong penyaluran kredit usaha. Konsistensi kebijakan moneter dan fikal pemerintah, juga membuat laju inflasi terkendali di kisaran sasaran.
“Sehingga yang kita lihat adalah upside risk di tahun 2026,” ujar Menko Airlangga. Uspide Risk adalah risiko yang telah diambil untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing.
“Dengan baseline di 5,4 persen, kita berharap dan optimis perekonomian Indonesia tahun akan lebih baik dari tahun ini,” kata Menko Airlangga. Optimisme serupa disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya bahkan yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 bisa mencapai 6 persen. “Kita perkirakan di triwulan IV pertumbuhan di kisaran 5,-5,7 persen, mudah-mudahan tahun depan kita dorong menuju 6 persen,” ujarnya.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan, lanjut Purbaya, program yang telah ada dioptimalkan. Selain itu iklim investasi akan diperbaiki sehingga sektor swasta bisa berkontribusi lebih maksimal ke perekonomian.
“Jadi untuk sektor swasta kita ciptakan environment seperti zaman Pak SBY (mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono). Jadi tidak terlalu susah sebenarnya untuk mencapai 6 persen, saya sih optimis,” kata Purbaya menutup pernyataannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....