IHSG Dibuka Melemah Jelang Akhir Pekan

  • 21 Nov 2025 11:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah saat pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG terpantau dibuka turun ke level 8.403,90 dibandingkan saat penutupan Kamis di level 8.419,92.

"IHSG berpotensi melemah terbatas hari ini. Level support akan bergerak di rentang 8.360-8.400 dan level resistansi di rentang 8.440-8.460," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: Rupiah Masih Berisiko Melemah Meski Dibuka Menguat

Baca Juga: Sentimen Positif, IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 8.419

Namun analisis berbeda disampaikan Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto. "IHSG dapat kembali ditutup di atas 8.400, setelah menguat kemarin sebanyak 0,2 persen," ujarnya.

Penguatan IHSG disebabkan karena derasnya aliran masuk modal asing, sebesar Rp1,3triliun pada Kamis kemarin. Sehingga akumulasi net inflows sepanjang bulan November telah mencapai Rp11,2 triliun per tanggal 20 November 2025.

"Apabila dihitung sejak bulan Oktober, akumulasi net inflow telah mencapai Rp24,2triliun," ucapnya. Derasnya arus modal asing masuk menjadi salah satu faktor penting bagi penguatan IHSG sehingga mencetak rekor baru.

Kemarin, tambah Rully, investor asing kembali membeli saham-saham 'big caps' unggulan. Diantaranya saham BMRI mencapai Rp582 miliar, sahan BBRI dan BBCA, masing-masing Rp200 miliar dan Rp155 miliar.

Tapi kebalikannya terjadi pada obligasi, dimana arus modal asing keluar terus terjadi sejak bulan September. Secara akumulasi hingga saat ini net outflows nya mencapai Rp83 triliun.

"Aliran keluar modal asing di SBN sangat berkorelasi dengan Rupiah yang masih tertekan," kata Rully. Tekanan rupiah lebih disebabkan karena faktor eksternal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....