Sentimen Positif, IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 8.419

  • 20 Nov 2025 21:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, IHSG naik 0,16 persen atau 13 poin ke level 8.419,92 saat penutupan perdagangan.

Sebanyak 311 saham harganya naik, 306 saham harganya turun dan 195 saham stagnan. “Saham sektor barang sekunder paling kuat naiknya (2,5 persen), saham properti dan real estate turun paling dalam (-0,91 persen),” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis (20/11/2025).

Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 37,92 miliar lembar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,29 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp19,65 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp15.409,57 triliun.

Baca Juga:

Penguatan IHSG Berlanjut Ditopang Aliran Masuk Modal Asing

Oktober 2025, APBN Defisit Rp479,7 Triliun

Namun sepanjang hari ini, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak melemah. Saham–saham yang mendominasi penurunan diantaranya AKRA, MDKA, AMRT, SMGR, SCMA.

“IHSG menguat setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga sesuai proyeksi pasar. Kebijakan itu dalam rangka menstabilkan mata uang dan menarik masuk arus portofolio asing di tengah ketidakpastian global yang meningkat,” kata Tim Pilarmas.

Selain itu, transaksi berjalan Indonesia berbalik menjadi surplus pada kuartal III 2025, yang merupakan surplus pertama dalam 2,5 tahun. Surplus tersebut juga tertinggi sejak kuartal III 2022, didorong oleh surplus perdagangan nonmigas yang kuat.

Hari ini bursa saham di kawasan Asia juga didominasi penguatan. Penguatan didorong oleh reli saham global setelah laporan kinerja perusahaan teknologi Nvidia yang sangat kuat.

“Hal itu meningkatkan kembali kepercayaan terhadap perdagangan berbasis kecerdasan buatan,” ujar Tim Pilarmas. Sementara itu, di Tiongkok, pasar saham ditutup di level terendah dalam sebulan terakhir.

Pelemahan disebakan karena aksi ambil untung yang menekan saham-saham energi baru yang sebelumnya melesat. Di sisi lain, bank sentral Tiongkok mempertahankan suku bunga pinjaman tenor satu tahun di level 3 persen.

Sedangkan suku bunga pinjaman tenor lima tahun dipertahankan di level 3,5 persen. Kebijakan suku bunga itu sudah berlangsung selama enam bulan berturut-turut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....