Rupiah Masih Berisiko Melemah Meski Dibuka Menguat
- 21 Nov 2025 10:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berhasil bangkit dari tekanan dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (21/11/2025). Dari data Bloomberg, rupiah terpantau naik 0,13 persen atau 21 poin menjadi Rp16.715 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, rupiah turun 0,17 persen atau 28 poin menjadi Rp16.736 per dolar AS. Hari ini, indeks dolar AS berada di level 100,14 menurun dibandingkan sehari sebelumnya di posisi 100,21.
Namun, Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, rupiah berisiko melemah hingga penutupan perdagangan hari ini. "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS setelah rilis data ekonomi AS," kata Lukman, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah ke Rp16.736/Dolar
Baca Juga: Sentimen Positif, IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 8.419
Hal ini juga diperkirakan data pekerjaan nonpertanian yang lebih kuat dari perkiraan. Data ini naik 119.000 , lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 53.000.
Namun tingkat pengangguran di AS naik ke 4,4 persen dan rata-rata upah harian turun 0,2 persen. Data-data tersebut membuat sentimen pasar campur aduk, yang mempengaruhi pasar keuangan.
Menurut Lukman, meksi rupiah berisiko melemah, perlemahannya diperkirakan terbatas. "Karena ada dukungan dari data neraca transaksi berjalan Indonesia yang membukukan surplus signifikan.
Berdasarkan data Bank Indonesia, pada triwulan III 2025, transaksi berjalan mencatat surplus sebesar USD4 miliar. Jumlah itu sekitar 1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sebelumnya, pada triwulan II 2025, transaksi berjalan mengalami defisit USD 2,7 miliar. Surplus transaksi berjalan di triwulan III ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang yang meningkat karena surplus perdagangan nonmigas.
Dari eksternal, Lukman menyebut ketegangan antara Tiongkok dan Jepang, akan mempengaruhi sentimen pasar. "Hari ini rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp16.650-16.800 per dolar AS," kata Lukman menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....