Jelang Pengumuman BI Rate, Perdagangan Rupiah Naik Tipis
- 19 Nov 2025 09:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pergerakan nilai tukar Rupiah terpantau menguat tipis terhadap Dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (19/11/2025). Berdasar data Bloomberg, Rupiah naik 0,01 persen atau satu poin menjadi Rp16.750 per Dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Selasa (18/11/2025) kemarin, Rupiah melemah 0,09 persen atau 15 poin menjadi Rp16.751 per Dolar AS. Pelaku pasar hari ini, menunggu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait suku bunga kebijakan.
Konsensus di kalangan para analis menyebutkan, BI masih akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen. "Perkembangan terakhir, analis umumnya memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga untuk menghindari tekanan yang lebih besar pada Rupiah," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga :
Pasar Tunggu Kebijakan Suku Bunga, Rupiah Makin Loyo
Tahun 2026, Pemerintah Genjot Kredit Program Perumahan
Lukman memperkirakan, Rupiah hari ini akan bergerak datar dengan kecenderungan melemah terbatas terhadap Dolar AS. "Sedangkan Dolar AS terpantau tidak terlalu terdampak dari data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan," ujar Lukman.
Data tenaga kerja AS menunjukkan, klaim tunjangan pengangguran meningkat menjadi 1,9 juta hingga pertengahan Oktober 2025. Data tenaga kerja yang melemah mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Sementara, indeks Dolar AS pagi ini terpantau naik ke level 99,61. Ada sejumlah faktor yang mendorong penguatan Dolar AS.
Posisi mata uang dolar AS didukung oleh permintaan aset 'safe haven' dari sentimen 'risk off'. Para investor, kata Lukman, juga cenderung 'wait and see' mengantisipasi RDG BI sore ini.
"Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS juga akan merilis risalah nya malam ini. Sehingga rupiah kemungkinan akan bergerak di rentang Rp16.650-Rp16.800 per dolar AS hari ini," ucap Lukman menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....