Tahun 2026, Pemerintah Genjot Kredit Program Perumahan
- 18 Nov 2025 22:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah akan melakukan percepatan program kredit untuk sektor perumahan di tahun 2026. Untuk tahap awal pemerintah menargetkan realisasi sebesar Rp28 triliun.
“Pemerintah akan mendorong kredit untuk sektor perumahan, berupa Kredit Program Perumahan (KPP). Alokasi anggaran untuk KPP sebesar Rp130 triliun, di luar alokasi KUR yang Rp300 triliun,” ucap Menko Airlangga di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Baca Juga:
Tahun 2026, Suku Bunga KUR Hanya 6 Persen
Tekanan Dolar Makin Dalam, Rupiah Dibuka Melemah Lagi
Karena KPP ini program baru, lanjut Menko, akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut terutama untuk menyiapkan sektor perbankan. “Jadi kami minta kepada Danantara dan juga Kementerian BUMN, untuk mendorong sistem perbankan agar dapat menyalurkan kredit ke sektor perumahan ini,” ujarnya.
Di tahap awal, pemerintah menargetkan Kredit Program Perumahan bisa menyalurkan kredit sebesar Rp28 triliun. “Setidaknya pada kuartal I-2026, jumlah itu terealisasi,” kata Menko Airlangga menegaskan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, KPP baru diluncurkan pada 21 Oktober 2021. Tapi kredit yang sudah disalurkan hingga pertengahan November 2025 mencapai Rp492,13 triliun.
Penyaluran tertinggi justru dari bank swasta, yakni Bank Nobu sebesar Rp280 miliar. Disusul oleh BNI Rp91,9 miliar dan BTN Rp73,1 miliar. “Ini membuktikan program Pak Prabowo yang pertama kali di Indonesia, direspon dengan baik,” kata Maruarar yang akrab dipanggil Ara.
Dia juga mengatakan akan merealisasikan program pembangunan rumah susun bersubsidi, untuk memenuhi kebutuhan rumah di perkotaan. Program tersebut akan dilaksanakan di lima kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar dan Manado.
“Dari lima kota itu, yang sudah siap pembangunannya adalah di Jakarta dan Surabaya. Kemungkinan bisa mulai groundbreaking awal tahun depan,” ucap Menteri Ara menutup pernyataannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....