Tekanan Dolar Makin Dalam, Rupiah Dibuka Melemah Lagi
- 18 Nov 2025 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Tekanan dolar AS terhadap rupiah makin dalam dalam pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (18/11/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,13 persen atau 21 poin menjadi Rp16.757.
Pada Senin kemarin, rupiah ditutup turun 0,17 persen atau 29 poin menjadi Rp16.736 per dolar AS. "Kemungkinan rupiah masih akan ada tekanan depresiasi ke Rp16.750 per dolar AS hari ini," kata Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana dalam analisisnya.
Baca Juga: Rupiah Kembali Merosot Jadi Rp16.736/Dolar AS
Baca Juga: Pemerintah Buka Peluang Kemudahan Impor Migas dari AS
Menurut Fikri, tekanan dolar masih kuat di level 99,53, karena hingga kini sejumlah data ekonomi AS belum dapat dirilis. Meskipun shutdown, pemerintahan AS sudah berakhir.
Diantara data ekonomi yang masih ditunggu pelaku pasar adalah data perdagangan AS dan data tenaga kerja. Kedua data ini penting sebagai acuan bagi bank sentral AS dalam menentukan suku bunga kebijakan.
"Ketiadaan data ekonomi resmi menimbulkan kekhawatiran terbatasnya penurunan suku bunga the Fed," ucap Fikri. Para Ekonom di AS, sebagian masih meyakini the Fed akan memangkas suku bunga di bulan Desember 2025.
Namun di dalam negeri, lelang Surat Utang Negara (SUN) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) diharapkan cukup baik. Sehingga dapat menahan pelemahan rupiah lebih dalam.
Pelaku pasar di dalam negeri juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang dimulai hari ini, dan akan diumumkan Rabu besok. Pasar menunggu bagaimana kebijakan suku bunga atau BI Rate di bulan November ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....