Tahun 2026, Suku Bunga KUR Hanya 6 Persen
- 18 Nov 2025 15:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah sudah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun 2026. Skema terbaru diantaranya menerapkan hanya satu tingkat suku bunga (single tarif) sebesar 6 persen.
“Melihat situasi perekonomian saat ini, kita tetapkan single tarif, yaitu 6 persen. Selain itu, untuk sektor produksi, pertanian, dan perdagangan untuk ekspor, itu tidak dibatasi perpanjangan kreditnya,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat rapat kordinasi KUR di kanto Kemenko Perekonomian di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 triliun. KUR tetap dibagi menjadi tiga katagori, yakni KUR super Mikro (pinjaman di bawah Rp10 juta).
Kemudian KUR dengan pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa agunan. Serta KUR dengan penjaman antara Rp100 juta-Rp500 juta.
Baca Juga: IHSG Berisiko Terkoreksi Setelah Tembus Rekor Baru
Baca Juga: Tekanan Dolar Makin Dalam, Rupiah Dibuka Melemah Lagi

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menjelaskan capaian penyaluran KUR untuk UMKM usai rapat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta (Foto:RRI/Magdalena Krisnawati)
Pada kesempatan yang sama, Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, sebelumnya diberlakukan tingkat bunga berjenjang untuk KUR. Misalnya, pengajuan kredit pertama bunganya 6 persen, pinjaman kedua naik menjadi 8 persen, hingga pengajuan keempat bunganya 9 persen.
Saat ini, tingkat bunganya tetap 6 persen dan pengajuan kreditnya juga tidak dibatasi 4 kali seperti aturan sebelumnya. “Terutama untuk kredit sektor produksi dan perdagangan, pengajuan kredit tidak ada batasan,” kata Maman.
Sementara itu, KUR untuk UMKM sudah tersalurkan sebesar Rp238 triliun atau 83 persen dari alaokasi sebesar Rp286 triliun. Sedangkan jumlah debitur baru sebanyak 2,25 juta debitur, sudah mencapai 96 persen dari target 2,34 juta debitur baru.
Sedagkan debitur graduasi atau debitur yang naik kelas, tambah Maman, capaiannya melebihi target. “Dari target 1,2 juta debitu graduasi, tercapai 1,3 juta debitur graduasi dengan nilai kredit sebesar Rp112 triliun,” ucapnya.
Capaian lainnya adalah penyaluran kredit untuk sektor produksi, sudah mencapai 60 persen dari plafon Rp286 triliun. Menurut Maman, pertama kali dalam sejarah penyaluran kredit khusus untuk sektor produksi mencapai 60 persen.
Penyaluran kredit khusus untuk sektor produksi ini masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun ini. “Hanya yang masih menjadi tantangan adalah dari sisi penyerapan tenaga kerjanya,” ujar Maman,
Dari KUR untuk UMKM diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja 8 -11 juta tenaga kerja. “Namun tantangannya adalah rata-rata UMKM masih dari sektor informal, ke depan kita upayakan yang informal bergeser ke sektor formal,” kata Maman menutup pernyataannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....