IHSG Berisiko Terkoreksi Setelah Tembus Rekor Baru

  • 18 Nov 2025 11:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pergerakan harga saham di perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau fluktuatif hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau, namun beberapa saat kemudian IHSG turun ke zona merah.

Hingga pukul 11.00 WIB, IHSG turun ke level 8.406. Sebanyak 396 saham harganya mengalami penurunan.

Baca Juga:

Penutupan Perdagangan, IHSG Kembali Tembus Rekor Baru

Tekanan Dolar Makin Dalam, Rupiah Dibuka Melemah Lagi

Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG naik 0,55 persen dan menembus rekor baru di level 8.416,88. Kenaikan IHSG disertai aliran masuk modal asing.

Net buy (beli bersih saham) oleh investor asing sebesar Rp667 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BMRI, TLKM, BBRI dan COIN.

"IHSG berpotensi koreksi hari ini, dengan level support di rentang 8.350-8.400. Sedangkan level resistansi di rentang 8.475-8.530," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman.

Sementara itu, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto mengatakan aliran masuk modal asing menjadi faktor penting kinerja IHSG. "Sepanjang bulan November, investor asing telah mencatatkan net inflow sebesar Rp5,2 triliun," ujarnya.

Perkembangan net inflow di pasar saham, tambah Rully, juga dialami oleh negara-negara berkembang lainnya. Di Asia misalnya di India, Malaysia, dan Filipina.

Namun Rully mengingatkan ada faktor yang mesti diwaspadai dalam jangka pendek. Yaitu potensi aksi ambil untung atau profit taking dan pelemahan rupiah.

"Sepanjang bulan November, rupiah menjadi salah satu mata uang terdepresiasi paling dalam dibanding mata uang lainnya di dunia. Yaitu sebesar 0,6 persen, setelah Won Korea Selatan yang mengalami depresiasi 2,2 persen," ucap Rully.

Karenanya, Rully memperkirakan BI akan menahan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur bulan ini. RDG berlangsung hari ini hingga besok, yang hasilnya diumumkan langsung Gubernur BI Perry Warjiyo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....